[Chaptered] Through the Glass (Part 2)

unnamed

Through the Glass

Part 2

By Reikira

Bobby, OC

Genre Romance, Angst, Sad, Slice of Life, AU | Duration Chaptered | Rated PG-17

Poster by JuliaHwang

Previous: Part 1

|

Senyuman yang membuat sikap garang yang selama ini melekat pada dirinya hilang begitu saja. Mungkin dia sudah benar-benar gila.

|

|

Dengan segelas wine ditangannya, Bobby melangkahkan kaki menuju taman belakang rumah Tuan Hwang. Matanya menyapu tiap ruangan yang ia lewati, kalau-kalau ia bisa menemukan gadis yang baru-baru ini ia ketahui bernama Flo.

Dinginnya angin malam menyambut Bobby tepat setelah ia sampai di sana. Membuat lelaki itu bergidik sebelum merapatkan jas yang ia kenakan.

Bobby suka tempat ini, taman belakang rumah bosnya yang sudah ia anggap sebagai rumah keduanya. Rasa terima kasih untuk seluruh kebaikan Tuan Hwang padanya, juga keluarganya selama ini. Bahkan kesetiannya pada lelaki itu dirasa belum cukup untuk mengganti seluruh favors yang ia terima.

Pikirannya melayang kembali pada kejadian beberapa jam yang lalu, di mana saat Tuan Hwang memperkenalkan putrinya—putri kandungnya kepada semua orang di ruangan itu.

Bahkan setelah selama ini Bobby bekerja untuk lelaki itu, ia baru menemukan satu fakta bahwa bosnya memiliki seorang anak perempuan. Ya, Tuan Hwang tidak pernah menceritakan soal putrinya. Ia hanya mendengar sekilas bahwa bosnya memang memiliki seorang anak, namun ia tidak pernah tahu dan tidak pernah berusaha untuk mencari tahu tentang hal tersebut.

Tidak ada yang salah dengan gadis itu, Flo, putri dari bosnya. Wajahnya memang cantik tanpa harus menggunakan make up tebal. Garis wajahnya tegas, persis seperti Tuan Hwang. Berbeda seperti gadis-gadis liar yang pernah ia temui sebelumnya, Flo tampak polos, anggun dan tenang.

Hanya saja, sesuatu yang benar-benar membuat Bobby terkejut hingga saat ini adalah kenyataan bahwa Flo, putri dari bosnya adalah gadis yang sama, yang ia buntuti beberapa hari yang lalu. Gadis yang ia nantikan kehadirnya setiap senin dan kamis di club tempatnya bersantai. Gadis yang selama ini mengantarkan bunga pesanan Kyung.

“Kim Jiwon, bukan?”

Suara itu memecah keheningan. Membuat hal-hal yang baru saja Bobby pikirkan lenyap mengudara. Lelaki itu mengalihkan pandangannya, mencari asal suara tersebut dan menemukan seorang gadis tengah berdiri di belakangnya. Mata Bobby membulat.

“Apa aku juga harus memanggilmu Bobby?” Gadis itu tersenyum dan menempatkan dirinya di samping Bobby.

“M-maaf, aku tidak tahu kau ada disini.”

“Tidak masalah,” Gadis itu mengulurkan tangannya. “Florence Hwang. Kau tahu harus memanggilku apa.”

Bobby meraba tengkuknya sebelum menyambut tangan gadis itu. “Kim Jiwon. Bobby. Kau bisa memanggilku apa saja, Bos.”

Flo tertawa menggenggam tangan Bobby, membuat lelaki itu tampak semakin kikuk. Saat ini Bobby yakin jantungnya berdetak lebih cepat dari ukuran normal.

“Buang jauh-jauh panggilan itu. Kupikir kau tahu maksudku,” Bobby memandang gadis itu tidak mengerti. “Cukup panggil aku Flo, oke? Panggilan ‘bos’ itu terasa menjijikkan untuk pekerjaan ini.”

Flo melepaskan genggaman tangannya, memandang pria bermata sipit di depannya yang juga tengah memandangnya.

“Kenapa?” Bobby tidak sengaja menyuarakan pikirannya.

“Kenapa apa?”

“Kupikir kau suka mendapatkan gelar itu, kau beruntung. Kau tahu, gadis-gadis lain pasti akan iri padamu.”

“Kau pikir begitu?” Flo tersenyum tipis, dan kali itu juga Bobby yakin ada sesuatu yang lain tentang gadis itu.

***

Entah sejak kapan, namun tiap sore Bobby akan menemukan dirinya berdiri di tempat yang sama di depan bangunan bercat merah dengan jendela besar yang membuatnya dapat melihat ke dalam sana. Juga pot-pot bunga yang berjajar rapi di depan bangunan itu.

Ia menghembuskan nafas perlahan, mengukir seulas senyum sebelum akhirnya melangkahkan kaki ke dalam. Suara lonceng menyapa gendang telinganya.

“Kau rajin sekali.”

Flo tersenyum tanpa melepaskan pandangannya pada pot yang tengah ia kerjakan. Merapikan gumpalan tanah yang mengelilingi mawar di tengah pot.

“Apa aku mengganggu?” Bobby melangkahkan kakinya menuju meja kerja Flo. Kedua tangannya menggenggam cup yang masih terasa hangat.

“Kau mengganggu sekali,” Raut wajah Bobby berubah seketika, membuat gadis itu tertawa. “Hei, aku bercanda.”

“Kupikir kau bersungguh-sungguh.” Bobby meletakkan kedua cup yang ia bawa di atas meja kerja Flo. Membuat gadis itu tersenyum manis padanya.

Senyum manis yang selalu membuat Bobby luluh. Membuatnya lupa diri dan membuatnya melupakan fakta siapa dirinya dan siapa Flo sebenarnya. Senyuman yang membuat sikap garang yang selama ini melekat pada dirinya hilang begitu saja. Mungkin dia sudah benar-benar gila.

Flo melanjutkan aktivitasnya menata pot yang ia genggam. Jemarinya bergerak lincah menyusupkan gumpalan tanah yang keluar dari tempatnya.

“Kenapa aku tidak pernah melihatmu di rumah, Bos?” Gadis itu mengalihkan seluruh perhatiannya pada Bobby, menatap lelaki itu sebal.

“Bukankah sudah kukatakan, jangan pernah memanggilku dengan sebutan menjijikkan itu.”

Bobby memandang gadis itu tidak mengerti. Respon yang sama yang pernah ia terima ketika pertama kali berbincang langsung dengan gadis itu. Bukankah seharusnya Flo bangga? Karena tidak semua orang bisa mendapatkan gelar tersebut secara cuma-cuma. Satu yang perlu ditekankan, karena Flo adalah seorang gadis. Tidakkah itu hebat?

“Kau benar-benar tidak menyukai panggilan i—“

“Juga pekerjaan menjijikkan itu,” sela Flo sebelum lelaki itu menyelesaikan kalimatnya. “Aku lebih baik merawat tanaman-tanaman ini.”

“Aku tidak mengerti.”

“Tidak ada seorang pun yang bisa mengerti.”

“Mungkin aku bisa mengerti, ah.. maksudku kau bisa menceritakannya padaku,” Flo memandang Bobby kesal, membuat lelaki itu menciut. “Tentu saja jika kau tidak keberatan.”

Flo mendesah pelan, meletakkan pot yang sedari tadi ia genggam di atas mejanya dengan hati-hati. Matanya kini tertuju pada mawar merah yang berdiri manis di depannya. Bibir gadis itu mengulas sebuah senyum. Namun kali ini senyum itu terasa berbeda untuk Bobby. Lebih seperti terluka.

“Aku memang tidak pernah di rumah. Aku tidak pernah ingin kembali kesana,” Lagi-lagi gadis itu mendesah pelan. Seakan menahan sesuatu di sana. “Aku tidak membenci ayahku. Tentu saja aku tidak bisa membencinya, karena dia ayahku. Hanya saja—“

Flo menghentikan kata-katanya, membuat Bobby mengusap tengkuknya. Seharusnya ia tidak pernah menyinggung urusan pribadi Flo dan semua ini membuatnya bersalah.

“Kau tidak perlu—“

“Dia lebih mencintai uangnya daripada aku. Dia selalu memberi apapun yang aku inginkan, yang aku butuhkan, namun tidak sedikit pun memperhatikanku. Ayah selalu berkata ia sangat menyayangiku tapi tidak dengan tindakan yang sebenarnya.”

Bobby melihatnya dengan jelas, gadis itu, gadis yang saat ini ia kagumi terisak di hadapannya. Gadis yang ternyata rapuh namun berhasil menutupi kerapuhan hatinya dengan perawakannya yang tegas dan anggun. Bobby mengerang frustasi dalam hati karena hal-hal bodoh yang keluar begitu saja dari bibirnya tadi.

Ia berjongkok tepat di samping kursi kerja Flo. Menggenggam tangan gadis itu, berusaha menenangkannya. Flo menatapnya sendu, membuat Bobby semakin merasa bersalah.

Tanpa ia duga, gadis itu menariknya dalam sebuah pelukan. Flo menyandarkan dagunya di pundak Bobby, masih terisak.

“Dia berusaha membuatku menjadi anak yang sempurna agar aku bisa meneruskan pekerjaannya. Semua itu membuatku terkekang dan kehilangan segalanya. Juga ibuku…”

Ibu. Bobby ingat ketika terakhir kali ia bertemu Nyonya Hwang, entah kapan tapi itu sudah lama sekali. Ia tidak ingin ikut campur soal keluarga Tuan Hwang, karena itu Bobby tidak terlalu peduli dengan persoalan internal keluarga Hwang. Namun memang cukup ganjil karena sudah lama ia tidak melihat istri bosnya itu.

“Jika ia benar-benar menyayangiku, bukankah seharusnya ia tidak meninggalkanku sendirian di sini? Bukankah ia akan memintaku tinggal kembali bersamanya? Dan tentu saja ia tidak akan mengambil ibu dariku, benar ‘kan?”

Lirihan gadis itu memenuhi gendang telinga Bobby. Membuatnya ikut merasakan sakit yang Flo simpan sendiri selama ini.

“Aku ingin ayah memperhatikanku, mengerti bahwa aku hanya ingin bebas. Seperti gadis-gadis yang lain.”

“Kau yakin?” Bobby menepuk pelan punggung gadis itu, merasakan Flo mengangguk mantap di pundaknya.

Ia mengambil nafas dalam-dalam sebelum meronggoh sakunya dan mengeluarkan ponsel. Masih mendekap gadis itu, Bobby mengetuk-ngetuk ponselnya sebelum mendekatkannya ke telinga.

Yeoboseyo? Donghyuk-ah? Mulai saat ini, kau yang akan menggantikan posisiku.” Bobby mematikan ponselnya begitu saja tanpa mempedulikan teriakan dari lawan bicaranya, membuat Flo melepaskan pelukannya dan menatap lelaki itu bingung.

Bobby mengusap pelan air mata yang membekas di pipi Flo dan mendesah pelan. “Aku menyukaimu sejak awal. Mungkin terlalu cepat untuk mengatakan hal ini, tapi semua ceritamu itu juga menyakitiku. Entahlah, aku hanya ingin menjalankan tugas dari ayahmu.”

“Ya tentu saja, kau anak buah ayahku dan kau pasti lebih menurut—“

Bobby meletakkan telunjuknya pada bibir Flo, berusaha membuat gadis itu diam. “Aku menyukaimu dan kau adalah bosku sekarang. Jadi biarkan aku melindungimu sama seperti yang ayahmu perintahkan padaku, namun dengan caraku sendiri.”

Kalimat terakhir itu membuat pipi Flo merona. Suatu perasaan hangat menjalar di hatinya. Tidak menyangka setelah selama ini akan ada orang yang bersedia berdiri disampingnya.

“Aku akan mengikutimu ke mana pun kau pergi, aku berjanji akan benar-benar melindungimu. Bagaimana?”

To be continue

a/n: Pertama aku ucapkan banyak terima kasih pada #TEAMBAPAK yang selalu mencurahkan kasih sayangnya pada anak-anaknya, juga pada ff ini.
Buat Juls yang sudah berbaik hati membersihkan segala typo pada ff ini. Buat Nita, Rika dan Sam yang sudah ngebetain dan menyemangatiku hingga nafas terakhir.

Special for Sam, semangat buat ngelanjutin next chapternya!

Maaf dan terima kasih jakalau sudah menyempatkan diri membaca author note yang nista ini. Aku sayang kalian semua ❤

Jangan lupa meletakkan pemikiran kalian pada kolom komentar dibawah. Terima kasih sudah membaca XD

Love for y’all.

#TEAMBAPAK

29 pemikiran pada “[Chaptered] Through the Glass (Part 2)

  1. Duhai kak frida tercinta *eciee am i first??? 🙂

    Kakak sukses bikin daku tersipu ngebayangin di apelin Bobby tiap sore, di peluk Bobby, di apus air mataku*? 😀

    So sweet badai si Embob disini. Ilang entah kemana garangnya dia 😀

    Emm izin ngoreksi dikit ya ka frida, itu kayanya bukan Flo deh harusnya… Sam Hwang kak, Sam Hwang anaknya Om Hwang *apalah ini

    Overall aku terbuai sama kesosweetan Bobby disini diksinya asek abiz. Cuman terasa konghohae~ tak muncul idung nya Om Hwang disini *eh?

    Yosh!!! Daku tak langsung semedi buat bikin chapt 3 nya, thanks for this great second chapt kak frida 🙂

    Love You #TeamBapak ❤

    nb: maap rusuh ya kak fri, ya naw laa~ spesies macem kita ini… hehehe

    Suka

    • hey-yo sam! 😀
      aku juga mikir nih kenapa pas nita deskripsiin bobby garang banget gitu ya, tapi nyampe aku dia jadi anak kucing gini XD

      sam bangun sam, tidur terus dimarahin bapak entar XD
      sebenernya hidung si om hwang udah aku ambil, maka dari itu gak keliatan batang hidungnya /abaikan

      kutunggu partmu sam, fighting #TEAMBAPAK XD ❤

      Suka

      • duh aku ini anak Bapak kak, udah jatuh cinta ama kenistaannya om Hwang masa??
        ntar kalo Bobby tak bunuh aku di gempleng Rika gak ya???

        Suka

  2. halohaaaaa ka frida atau dek frida.
    Baru banget buka IFI, dan taraaaa ternyata project yg kemaren udah jalan. Lah ini udah chapter 2 aja.
    sebenarnya aku baca dari chap 2 terus lanjut ke chap 1 wkwk, tapi untungnya tetep nyambung #gimanabisa? #pfffftt.
    Suka banget sama bobby di sini, co cwit gimana gitu, terus flo nya makin feminim aja walo pun sebenarnya anak mafia.
    Pokoknya overall bagus deh, punya nita juga yg di chapter 1.
    Semangat all, duh nyesel gk ikutan kemaren.
    chapter berikutnya ditunggu.

    Suka

    • halo kak tina~
      cukup panggil aku pacar mas jinan XD *digetok* hahaha engga deng, panggil aku adek XD

      aku juga ketawa-ketiwi gitu sama sikapnya bobby disini. kenapa aku bisa bikin bobby jadi kayak gini *crying han river*

      makasih banget kak udah sempatin baca 😀 ❤

      Suka

  3. KAK FRID! KAK FRIDA!! ANI KAK FRID KAN AKU GAK SALAH LAPAK LAGI?! XD

    eh, aku terhura loh kak baca A/N nya entah kenapa haha XD anw, aku suka sumarrynya loh seriuz pake z.
    perlu ditegaskan bahwa Flo begitu beruntung ya ada yg demen sama dia orangnya macam bang Ibob lagi, duh.

    turut sedih ya ternyata dibalik kuatnya seorang Flo, hm.. sampaikan salamku padanya kak/paanrik
    aku suka percakapan yg kakak buat tentang Flo sama bang Ibob, santai tapi ada perasaan lain kayaknya/paanrik season 2
    Thx buat second chapt yang spekta ini kak! laffya ❤
    DAN BUAT KIM JIWON, tolong dia suruh tanggung jawab sebab mata hatiku hampir goyah akibat kelakuannyah. udah, gitu aja.

    eh ya SAM CEMUNGUDH EA LANJUTANNYEAA~~
    sekian rusuhnya ya kak Frid, akhirnya aku ngerusuh di lapak yang benar XD

    salam #TEAMBAPAK ❤

    Suka

    • HALO RIK, KAMU DILAPAK YANG BENER KALI INI XD WKWK

      itu a/n ternista buat #TEAMBAPAK tercinta, luvluv ❤
      maafkan kalo pada akhirnya sibob malah jadi segarang anak kucing yang meong-meong kelaparan/?

      siapkan dirimu buat part selanjutnya rik! mangatz ❤ #TEAMBAPAK

      Suka

  4. ntah kenapa aku merasakan apa yang mereka rasakan #apasih
    ini keren banget sumpahh. waktu mereka saling kenal ibaratnya mereka udah ditakdirkan berjodoh aja gitu. walaupun flo awalnya rada2 gimanaa gitu sama mbob. etapi aku disini khawatir jikalau ayahya flo tau kalo mbob ternyata suka sama anaknya gimana atau jangan2 udah tau?? aduhlahh gasabaran nunggu chapternya, kutunggu yaa. semangat buat dek sam buat lanjutannya. hehehew~

    Suka

  5. Fridaa~ Daku suka sekali sama summarynya, beneran. Duh, semakin cinta sama ff ini ❤

    Di part ini lebih dominan so-sweetnya ya jadi daku tersipu part1 😀 Well, teambapak meskipun rusuh di grup tapi karyanya teteup keren2.

    And once again, im falling in love with this quote “Senyuman yang membuat sikap garang yang selama ini melekat pada dirinya hilang begitu saja. Mungkin dia sudah benar-benar gila.” ❤

    Good job, Frida 🙂
    Buat Sam, good luck for next chap 🙂

    Rooted for teambapak \\(^o^)//

    Suka

    • halo kaind~~ ❤

      maafkeun kalo teambapak suka bikin kerusuhan yang rusuh banget XD bekos gak rusuh gak asik wkwkwk
      kaind kena virus ber-part juga ternyata XD

      thank you for supporting teambapak 😀 XD ❤

      Suka

  6. Mulai ke romance, di part dua mah berasa nanjak spot jantungnya
    jadi ada sensasi lain tiap baca lanjutan ff
    asli, komen malam2 bikin otak kosong ngga tahu mau komen apa

    Suka

  7. Halo Frida~ aku merusuh dulu ya di lapakmu 😁

    Aku kira kisah cintanya ibob bakal rumit banget karena Flo anak bosnya, tp ternyata daku ga nyangka cintanya kesampean sama Flo, Flo kasih respon yg baik pula. Chukkae yess bangbob 👏 Jagain Flo baek2 😃
    Haduh feelnya sampe bikin gabisa tidur~ terlalu sweet ibobnya 😳

    Sekali lagi semangat buat TeamBapak 💪😂

    Suka

  8. FRIDA IM HERE!
    huft baru kesampaian buat komen dipart 2.

    YASUDAH GAPERLU KOMENTAR PANJANG LAGI KARENA LIVE REPORT/? KOMENKU KEMAREN DI CHATROOM UDAH MEWAKILI SEMUANYAAAA *maaf aku ganyante*

    And Sam! Goodluck for the next part!!!! Im wait for youuuuuuuuuuuuuuu ❤

    Suka

  9. FRIDA!!! ^^
    TEAM BAPAK MAAF AKU BARU DATANG MERUSUH INI BIKOS BERMASALAH SAMA KUOTA ADUH :’D

    Fri aku gak jauh-jauh dari nita gabisa komen panjang” bikos udh di chatroom aku menggila entah sampai part berapa xD
    Intinya aku jatuh cinta lope lope sama part dua ini ❤

    I LOVE #TEAMBAPAK
    WE LOVE #TEAMBAPAK
    #TEAMBAPAK JJANG! '-')9

    Suka

  10. Ping balik: [Chaptered] Through the Glass (Part 3) | iKON Fanfiction Indonesia

  11. josss ane telat baca Ff cetar membahana beud ini. anjiiir, di part dua lebih kerasa romannya, dan pengakuan Bobby yang maco gila, anjiing lah pokoknya
    berasa lihat preman pensiun versi Korea. wkwkwkwkwk
    dan lanjutkan team Bapak ini! penasaran endingnya, wooooyyyy

    Suka

  12. Wasyemm ini bikin baper sekali kak frid XD si ibob romantis banget sihh… makin sukak kan ama ibob…
    Okesip ini telat banget bacany /langsung ke cp. 3/
    Semangat buat team bapak!!

    Tris…

    Suka

  13. Ping balik: [Project] FF Berantai | Charisma Girl

  14. Ping balik: [Chaptered] Through The Glass (Part 4) | iKON Fanfiction Indonesia

  15. Ya allah ….. Fridaaaa ini kenapa kamu buat scene aku sama bobby melting parah sih kenapa? kenapa? kenapa?
    Okai. kenapa juga Flo selalu dibaca sama aku jadi Vin vinda vinda–bobby 😳😳😳

    Ini sumpah pokoknya suka lanjutan yg kamu buat. Selaras juga sama akhir yg dibuat sama Nita yah . Masyaallah… apalah ini pokoknya. Diksinya … okai punya. Dan yg pasti cerita dibacanya enak gitu, lancar sama kayak Nita sebelumnya.

    Mari aku akhiri peninggalan jejak di chapter ini. See you… bubay!

    Suka

  16. Ping balik: [Chaptered] Through The Glass (Part 5/END) | iKON Fanfiction Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s