[Chaptered] Through the Glass (Part 4)

image

Through The Glass

Part 4

By Siskarikapra

Awesome Poster by Juliahwang

Bobby with OC
Romance, Slice of Life, Action, AU!
Chaptered
PG-17

Previous

Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3

|

Berani menentang sama artiannya dengan siap menerjang.
Meski bukan suatu hal yang dapat dibanggakan.

|

|

“Yakinlah akan isi hatimu. Maaf atas kegagalanku saat itu. Tuhan menyertai kalian.”

“HANBIN!”

Teriakan Flo membuat dua dari mereka sama-sama tersentak. Bobby memandangnya intens, seolah tatapannya berkata-apa-kau-baik-baik-saja?. Setengah sadar, bak tersengat ribuan volt listrik, Flo berjengit.
Manik kelam gadis—yang baru saja melayangkan banyak nyawa itu mengerjap perlahan. Semilir angin menerpa juntaian anak-anak rambutnya yang bergoyang ke sana ke mari.

Tak banyak lontaran kalimat meloloskan diri dari mulutnya. Bahkan ia tak bertanya mengapa dia dan lelaki di sebelahnya berada di tepi dermaga kala kumpulan permadani langit berjajar bersiap menumpahkan tangisan alam. Terlalu ketakutan, atau mungkin lebih tepatnya terlalu shock untuk menerima kenyataan bahwa ia telah bertarung dengan banyak jiwa tewas di genggamannya. Meski ia sang pemenang, itu bukanlah suatu hal yang dapat dibanggakan.

“Semua akan baik-baik saja, Nona.”

Kembali kalimat itu menusuk gendang telinga Flo. Entah ini yang keberapa kalinya Bobby meyakinkan demikian. Tetap saja kenyataannya saat ini semua tidak baik-baik saja. Manik dua sejoli yang tengah bertarung melewati kabut hitam dalam hidup mereka saling bersirobok.

“Kau pasti lelah,” Tebak Bobby. Namun Flo tidak menimpali. Kini pandangannya lurus menembus cakrawala. Tetapi entah benaknya berkutat soal apa.

“Harusnya kita berangkat siang tadi. Maafkan aku, Flo.”

Kembali sunyi yang menanggapi pernyataan Bobby. Flo terlalu sibuk mengatasi pikiran-pikiran liar yang berkecamuk di dalam tempurung kepalanya seperti, apakah aku akan mati? Masuk neraka? Ataukah sehabis ini laut menelanku hidup-hidup?

“Berani menentang sama artiannya dengan siap menerjang.” Celetuk Bobby akhirnya setelah beberapa menit keduanya digerogoti keheningan.

Flo menoleh. Mendapati lelaki yang memiliki keberanian luar biasa untuk membawanya keluar dari kabut hitam terselubung yang tak akan ada dua kata di ujungnya—The End tertunduk dalam. Berusaha merenungi jalan keluar yang kemungkinan dapat mereka tempuh tanpa menghadirkan ancaman. Meski kedengarannya tidak mungkin karena gadis yang ia bawa kabur adalah puteri semata wayang Tuan Hwang.

Pendar samar menyelimuti permukaan air menyambut hadirnya dewi malam. Bobby termenung. Susah payah otaknya mencari jawaban tapi tak menemukan apapun. Saat rasanya ia ingin menceburkan diri ke dalam air, getar ponselnya menghalangi. Sebuah pesan singkat masuk.

Dari : Kyung
Aku tahu rencanamu, bocah tengik. Jangan biarkan Flo
Tergores atau terancam bahaya sedikit pun. Bawa dia
bersamamu ke sebuah pondok di ujung barat.
Kau di Sabuk, kan? Itu tempat rahasia yang aku bangun.
bahkan mungkin Tuan Hwang sekali pun tak mengetahuinya.

“Terpujilah Kau Sang Pencipta bumi dan seisinya.” Batin Bobby.

Lensanya menipis bersamaan dengan pupilnya yang membesar. Bobby menerawang ke ujung barat dan benar saja, setitik hitam bangunan tampak dari kejauhan. Kedua sudut bibirnya tertarik cukup tajam disusul dengan matanya yang turut terbenam. Terselipkan sejuta kata terima kasih dalam doa yang ia panjatkan diam-diam. Gumpalan rasa syukur menyumbat kerongkongannya yang terasa serat.

Detik setelah doanya ia tutup dengan harapan Tuhan mengabulkannya, segera ia menarik lengan Flo untuk sesegera mungkin menuju tempat yang dimaksud. Karena bukannya tidak mungkin bila ada seseorang yang masih mengawasi mereka dari arah yang bahkan tak dapat mereka jangkau dengan mata telanjang.

Flo masih linglung. Ia hanya mengikuti Bobby yang entah menyeretnya ke mana. Ponsel Bobby kembali bergetar dan sebuah pesan singkat lain masuk. Masih dari pengirim yang sama dengan pesan sebelumnya Kyung.

Isi pesannya mengatakan bahwa dalam pondok itu tersedia berbagai macam senjata seperti Tommy Gun yang memang umurnya sudah puluhan tahun dan sudah gak jaman pula berderak di meja alat persenjataan.

Saat manik lensanya menebal, sungguh Bobby menganggap Kyung adalah pembohoong paling keji di dunia. Ia bilang tempat ini pondok? Tempat rahasia yang ia bangun? Tidak dapat dipercaya. Bangunan yang memiliki selasar luas dengan tangga naik menuju pintu utama yang mewah ia sebut sebagai pondok? Kiamat hampir sampai, pikirnya.

“Tidakkah ini aneh?” selidik Flo. Tapi Bobby hanya mengedikkan kedua bahunya.

Bobby memilih untuk tak ambil pusing dan menarik Flo untuk segera masuk dan beristirahat. Barangkali maut menjemput mereka besok.

=======

“Sudah ku lakukan, Bos.”

Cerutu tua yang diapit bibirnya sengaja ia ambil dan meloloskan kepulan asap. Membiarkan gumpalan putih itu menari serta menyatu dengan partikel-partikel udara.

“Keluarlah, tugasmu sudah selesai.” Titahnya tegas.

Mata tua Tuan Hwang memandangi jendela. Menanti datangnya sebuah Cadillac Escalade memasuki gerbang lalu terparkir manis di tempat biasa ia bersarang. Selang beberapa detik, seolah tersambung saluran empati, Cadillac Escalade hitam melintas di penglihatan lelaki tua itu. Raut wajahnya tak dapat dipaparkan. Tapi setelahnya kedua sudut bibir hitam itu menukik tajam. Entah bagaimana caranya bibir manusia normal bisa melakukan itu.

Nyaring ketukan pintu merasuk ke telinga tuanya. Kemudian ia menyuruh seseorang di balik pintu untuk masuk.

“Sudah kau persiapkan?” dengusnya.

“Selalu, seperti yang kau minta, Bos.”

“Bagus.”

Yang diajak bicara tertunduk sendu. Memikirkan tindakannya yang mungkin saja sama dengan membunuh dua atau bahkan banyak lalat tak berarti.

“Goo Junhoe,”

Panggilan tidak, ancaman itu membuat Junhoe terkesiap. Takut-takut jika si Bos Besarnya itu paham akan pikirannya saat ini. Tergagap, ia menyahut.

“Jangan berpikiran sama seperti Bobby. Atau kau akan merasakan manisnya buah  yang telah kau tanam sendiri.”

“B-b-baik, Bos.”

Seringai tajam terpahat jelas di wajah Tuan Hwang. Sebenarnya ia paham sekali akan pemikiran Junhoe. Oleh karenanya pun rentetan kalimat memusingkan itu ia muntahkan. Berhasil membuat Junhoe tertegun seketika.

BRUKK

Satu tas hitam berdentum keras tepat di ujung kaki Junhoe. Membuatnya refleks menatap pada Tuan Hwang—meminta penjelasan.

Mainan baru. Walther P99, FN 57, beberapa Bayonet, serta Submachine Gun. Lengkap dengan makanannya.”

“Tapi, kita tidak pern—“

“Kau takut?”

“Tidak, Bos.”

“Anak pintar.”

========

Deburan ombak menyambut datangnya pagi. Flo dan Bobby bergegas meninggalkan tempat serta turut membawa beberapa senjata yang memang sudah tersedia seperti Hackler and Koch USP, Glock-17, serta tak ketinggalan sebuah Tommy Gun.

Mereka berlari, berusaha secepat mungkin sampai ke kapal yang diam-diam Kyung sediakan untuk mereka. Ini bukanlah kapal biasa, bisa dikatakan mungkin kapal pribadi yang sering digunakan Tuan Hwang untuk bermain-main dengan barangnya. Entah bagaimana Kyung dapat menyelundupkan sebuah kapal untuk membantu puteri bosnya melarikan diri.

Terlihat Kyung melambaikan tangan dari kejauhan. Baik Bobby maupun Flo menambah laju tungkai mereka.

“Terima kasih,” ucap Flo bergetar. Sama halnya dengan Kyung yang terlihat akan menitikan air mata.

“Kalian harus cepat,” Kyung menunjuk ke satu arah. Dua buah Rolls-Royce Phantom berjalan beriringan di kejauhan.

Tanpa pikir panjang Flo dan Bobby buru-buru naik ke kapal. Bahkan tanpa diminta kapal itu melaju saat keduanya berhasil menyentuh lantai kapal. Keduanya menyeret langkah menuju geladak utama untuk mengetahui siapa yang berada di balik kemudi.

Selagi melihat sekeliling, Bobby menerka-nerka seseorang yang kini tengah memunggunginya memegang kemudi utama. Benar saja dugaannya, Goo Junhoe.

“Kurasa menepi di Yokohama bukan ide yang buruk,”

Junhoe berbalik, menyimpan kedua tangannya pada saku mantel serta menyeringai pada kedua penumpangnya.

“Ini kelihatan aneh,” bisik Flo. Tepat setelah gadis itu mengatupkan bibirnya, seperempat lusin lelaki bertubuh kekar muncul di belakang mereka. Bobby menyadarinya, ini jebakan.

Tatapan membunuh Bobby layangkan pada manik kelam Junhoe, “Brengsek!”

Satu kepalan matang menghadiahi sudut bibir Junhoe sebuah luka memar. Bobby menerjang tetapi bukanlah hal yang berat bagi Junhoe. Mereka lawan yang sepadan.

“Santai Hyung, aku bahkan belum pemanasan.”

“Silahkan pemanasan menuju ke neraka, bajingan!”

Dengan gerakan cepat Bobby mencekik leher Junhoe dengan lengan kanannya. Junhoe meronta. Menendang tulang kering Bobby serta menghantam perutnya. Berhasil cekikkan lepas dari lehernya, Junhoe berbalik. Memberi jeda pada Hyungnya yang jatuh tersungkur.

Sementara itu Flo berusaha melepaskan diri dari dua orang yang mencengkram lengannya dan yang satu hendak mematikan pergerakannya menggunakan sebuah tali. Flo menendang  lelaki di hadapannya dengan kekuatan penuh. Kemudian menyikut perut lelaki yang mencengkram lengan kanannya serta memberikan kejutan pada alat vital lelaki di sebelah kirinya menggunakan lututnya yang mulus.

Flo merogoh kantong di balik jaket yang ia kenakan. Lantas menggenggam Glock-17  kuat-kuat.
Ketiga lelaki itu bangkit dan kembali mencoba menangkap Flo. Ia mengarahkan senjatanya bergantian sambil memerintah, “Mundur!”

Tak lagi memikirkan akan dosa, Flo melepas 3 peluru dan membiarkan cipratan darah menghiasi pakaiannya.

“Tembakan yang bagus, Nona.” Desis Junhoe. Yang tadinya ia ingin menghantam Bobby, ia urungkan. Beralih ke sebuah meja dekat kemudi, ia buka kain hitam yang menutupi mainan yang Tuan Hwang berikan padanya.

Tangannya menyambar sebuah Walther P99. Kemudian melangkahi Bobby yang mengerang kesakitan. Sialnya kemampuan bertarung Junhoe bertambah, mengalahkan seorang Bobby yang bisa dibilang sudah master.

“Senang bermain-main dengan sirup merah?”

Flo bergerak mundur. Kebalikan dari Junhoe yang terus merajut langkah. Ayunan Lengan Flo berhasil mendaratkan moncong Glock-17nya di dahi Junhoe. Hal yang sama Junhoe lakukan pada Flo dengan Walther P99 di genggamannya.

Seringai tajam kembali menghiasi wajah Junhoe. Berbeda dengan Flo yang meretaskan air mata. Tangan Flo mengeratkan genggaman kemudian perlahan menarik pelatuk senjatanya. Pun Junhoe juga demikian. Flo berhasil menarik pelatuknya pada batas maksimum, namun tak ada peluru yang keluar. Junhoe tersenyum miring.

“Giliranku?” tanyanya

“1339 kaki per detik.” Gemetar Flo

“Tepat sekali.”

Tapi kemudian Junhoe melepas senjatanya,  “Atau kau ingin bermain dengan tangan kosong terlebih dahulu?” tawarnya.

Tanpa jawaban Flo menerjang. Melayangkan pukulan ke wajah Junhoe. Mudah saja untuk mengelak, Junhoe merunduk. Menangkis serangan kemudian memelintir lengan Flo ke belakang tubuh mungilnya.

“Kembalilah ke jalan yang benar, Nona.” Bisiknya.

“Kau yang seharusnya kembali ke jalan yang benar, Junhoe” desis Bobby.

Sebuah Submachine Gun lengkap dengan bayonetnya menempel di punggung Junhoe. Di balik punggung Junhoe Bobby masih tersengal dan menyuruh Flo untuk lari. Hanya itu yang dapat Bobby lakukan. Otaknya tak dapat berpikir Jernih.

“Tusuk atau Tembak? Kau yang menentukan mautmu sendiri, Goo Junhoe.”

Junhoe terkekeh, “Ayolah Hyung, lepaskan dan kita bertarung tanpa senjata. Apakah jatuh cinta membuatmu lemah?” lalu ia berbalik perlahan masih menyeringai.

Bobby membanting senjatanya. Menendang Junhoe tepat di perut. Bobby melangkah, mencengkeram kerah Junhoe menariknya bangun. Junhoe tak melawan. Ia membiarkan Bobby bertingkah sesuka hati. Diam-diam ia merogoh saku mantelnya. Saat Bobby hendak memukul, Junhoe menghunus sangkurnya. Tepat mengarah ke arteri leher Bobby.

Kerlingan lemah Bobby arahkan pada benda runcing yang menempel pada lehernya kemudian beralih pada sang pemegang.

Mata Junhoe membulat lebar. Flo tidak benar-benar lari. Ia menggenggam benda yang awalnya berbentuk persegi panjang kecil lalu mengeluarkan mata pisau di masing-masing ujungnya. Flo menyerang tepat di arteri perut. Satu mata pisau yang masih bersih ia tancapkan pada bahu Junhoe. Lantas membiarkan lelaki itu terkulai lemas.

Lagi, Flo menang. Meski bukan suatu hal yang dapat dibanggakan.

Dari balik jendela geladak utama Tuan Hwang berdiri. Didampingi setengah lusin anak buahnya yang setia. Masih menghisap cerutu kesayangannya.

“Dia benar-benar puteriku.”

To.Be.Continue.

A/N HAHAY akhirnya selesai juga😂😂😂 Sebelumnya aku makasih banget buat semangat dari ANAK ANAK #TeamBapak, Makasih juga kak Frid udah ngebetain❤ buat Sam, Kak Jul, Kak Nit, maaf ku tak meminta persetujuan terlebih dahulu karena ku takut sekali mengganggu fokus kalian:’)
Maaf ya bisanya segini ajah, aku gatau ini acak-acakan gini kan,duh maaf sampe ke ubun-ubun pokoknyaT-T
Honestly sih masih pengin bgt bikin Ibob sama Juned tojos-tojosan😁😂 tapi yeaa, sisanya kuserahkan pada kak Juls saja lah😂
DAN BUAT KAK JULZ OHEMGEE SILAHKAN LANJOOT~ 😁 Kutunggu ending yang bikin kzl ya kak hihi
AND SAM! AKU UDAH NISTAIN JUNED, FIX BGT😂🔫
Buat semua anggota IFI Famz yg lagi UN, SEMANGATZ KAKAKZZZ~~

Loves,

#AnakBapakTerboyot
Rika❤

19 pemikiran pada “[Chaptered] Through the Glass (Part 4)

  1. wahai rika aku hadir disini untukmu EA

    akhirnya tuan hwang menampakkan batang hidungnya yang minta dijotos juga XD
    actionnya gereget banget rik yaampun aku speechless
    oke ternyata si flo seneng main sirup merah /apaan
    yang bikin speechless lagi itu aku gak paham senjata-senjata itu, apalagi Walther P99 itu apa lagi sih, aku gapernah punya mainan kyk gitu 😦 /abaikan
    turut berduka buat juned yg ternistakan, meski bukan ideku aku turut menikmatinya HAHAHA

    DAEBAK POKOKNYA RIK! ❤

    buat jul semangat bikin endingnya (UNnya juga), aku berharap banyak padamu hwhw. kalo bisa bikin duel antara bapak dan anak wkwkwk.

    mangatse #TEAMBAPAK ❤ ❤ ❤

    Suka

    • Wahai kak Frid, ku datang untuk menyambut dirimu EAAK

      greget kak? duh padahal akunya gak PD ya tbh ini first time aku bikin genre action, bener deh.
      Sebenernya itu si Flo lagi mau nyeduh sirup mar*an yg cocopandan kak/apaaan
      Walther P99? itu aduh kakak wajib banget tau, enak banget itu mainannya seru deh bisa bikin orang tidur!/selamanya/ Hahaha XD

      makasih bgt dariku ya kak Frid, makasih udah ngebetain jugaaaa #Aku_Cinta_Semua_Anak_Bapak ❤ ❤ ❤ ❤

      Suka

  2. RIKA OH RIKAAAAAAA!!!!!!! 😀 😀 😀
    DAKU NGGAK KONSEN PAS UN EKO TADI GEGARA LIAT NOTIF LINE PAS MO MASUK, TAPI KARENA DAKU SUDAH BEBAS BOLEH LAH YAW NGERUSUH DI LAPAKMU HEHEHE 😀

    RIK…. CHAPTER INI WORTHWHILE BANGET BAGIKU!!!! ❤ ❤ ❤

    SCENE ACTIONNYA KECE 😀 😀 BANG JUNED, BANG MBOB OM HWANG MBAK FLO SEMUA TERNISTAKAN!!!! 😀 😀 DAKU SUKAAAAK!! ❤ ❤

    TRUS PAS NAMA-NAMA KECE ITU BERTEBARAN… RASANYA NGEFLY RIK, KEINGET SAMA SALAH SATU CHARA MANGA FAVORIT YANG DOYAN AMA GUN-GUN AN ❤ ❤ ❤

    SUDAHLAH KAYA YANG AKU BILANG, CHAPTERMU INI WORTHWHILE SEKALEEE TAK ADA CELA DAN TERLALU SEMPURNA, LOVE YOU DARI SAMY ❤ ❤ ❤

    KA JUL!!! 😀 😀
    SEMANGAT BUAT UN dan ENDING PARTNYA YAKK 😀 😀
    TEAMBAPAK SELALU ADA UNTUKMU KAK 😀

    Suka

    • HAI SAM! KAMU MAU BUAT DRABBLE DI KOLOM KOMEN? XD

      Nah kan, hanya melihat notif saja dikau terganggu Sam, apalagi kalo aku minta betain:’) jadi maafkeun segala kenistaanku yang tak minta restu lebih dulu:”

      Worthwhile? itu bahasa planet season berapa Sam? plis bgt kamu ngerti aku benci bahasa inggris:’D

      HAHA AKU JUGA SENENG BANGET SAM SEMUANYA NISTA DI SINI HAHA SAMPE KYUNG AKU NISTAIN JUGA HAHAHAHAHAHAG XD XD

      nama nama kece yang mana Sam? aku tetiba amnesia gegara bikin part ini haha entahlah XD

      AAAA TERIMAKAH SYEKALEEH SAMKUH ❤ LOPE LOPE BALIK YA ❤ ❤

      Suka

      • RIKA DIKAU BALES DENDAM APA YAKK!! ITUKAN OMONGANKU DI KOMENANMU DULU WKWKWK
        Iya rik.. tak apa kok 😀 😀 sekarang daku udah free!!! se free freenya yeay!! 😀 😀
        itu loh mas gun-gun, mas pistol itu loh *liriktommygun

        Suka

    • Eh, aku gak maksud loh, serius!/padahal boong ngahah XD
      Tjie yang udah free! suskses deh ya semoga hasil memuaskan!!!
      oalah si mas tommy(?) iya duh itu aku baru kenalan kemarin, sama tante gugel yang biasa itu loh XD

      Suka

  3. maaf ya rikaa aku baru bisa baca+komen sekarang huhuhu tadi siang sibuk selebrasi kelar UN dulu wkwkwkkw

    okay sudahlah scene tembak tembakan favorit aku sih bagian june ditusuk dibahu alah itu sumpah daebak banget lah /itu scene tusuktusukkan nit/ /bukan tembaktembakkan/ /digorok rika/

    dan satu lagi yang bkin aku senang banget sama part ini rika, YOU BRING BACK MY DEAREST KYUNG OMG! sumpah ah aku kira gaada lg yang ingat sama kyung huhu ternyata kamu masih ingat duh aku terharu :’)

    Yasudahlah part ini daebak banget lah aduh pengen buruburu liat jul bikin pertarungan sengit antara bobi sama bapak hwang dududu TOLONG JULS LIAT KOMENKU INI JUGAK!!! wkwkwk

    love,
    #AnakBapak ❤

    Suka

    • HOLLA KAK NIT! Tak perlu minta maaf padaku kakak~ kau tak salah apa apa~~ lagipula ku tak menerima maaf, ku hanya menerima uang receh/mulai dah/
      eh iya udah selesai ya? semoga hasil memuaskan!!!

      kak nit jangan labil dong, jadi yg bener mana? tusuk apa tembak? tusuk atau tembak dengan cintanya Dong? EEAAAA XD XD

      wih syukur deh kalo kakak seneng mah aku bawa Kyung di part ini, tapi maaf loh kan dia aku nistain*uhuk
      Thanks loh kak nyempetin komen ya dikala sibuk dan ketegangan melanda, cinta lah sama semua anak bapak hihiw~~ ❤ ❤

      Suka

      • /kasih uang receh/

        Amiin rikaa amiiinnnnn :’)
        Aku ditusuk atau ditembak cinta Dodong mah bakal nerima aja wkwkkw duh jadi baperrr :’)

        Iyah gpp Kyung kamu nistain rik. Kamu bawa balik/? dia di part ini aja aku udah senang banget.
        Yourwelcome rikaaaa andd sorry ini late reply bgt T_T

        Suka

  4. welahh dalah.. kemaren yang bikin greget mamang hwang dan sekarang malah si juneidi. mana disini dia gaya2an lagi megang senjata, trus main tusuk2an juga. mending tusuk sate aja deh njun lebih aman dan halal pastinya. #apasih

    dek rikaaaa.. kamu sebelum bikin ff ini makannya apa? kok ffnya bisa pecahh gini? kerenlah sumpahh. prokprokprok. dari awal sampai akhir bikin ngosngosan bacanya. apalagi pas bagian si juneidi bilang ke flo gini “Kembalilah ke jalan yang benar , Nona.” kan songong banget tuh bocah. berasa dia paling bener aja tuh. seandainya flo mau menuruti kata babe nya dan meninggalkan mbob. mungkinkah babe nya tiba2 menjodohkannya dengan juneidi? etapi itu juneidi mati gak sih rik?? ahhrasaintuh #maafkeunakubehjun:(

    semangat yaa buat yang lanjutinnya. ka jul

    Suka

  5. EH HALO KAK EDES!!! lama tak jumpa ya karena ku jarang sekali membuat fanfic belakangan ini:’D

    Sebelum bikin ff ini aku makan apa? bentar ya inget inget dulu. EH IYA MAKAN CINTANYA EMBIN HAHA XD gak deng canda XD aku makan nasi kok kak edes, sama seperti kebanyakan manusia normal:’)
    kakak ngosngosan? atuh baca ffnya jangan sambil maratonan lah boleh jadi ngosngosan XD

    Yah si Juned mah dari masih bentuk kecebong juga dia mah emang tengil, songong, jadi ya maklum aja pan kak edes bini tertua masa gak inget? XD
    mati gak ya si juned? hahay terserah imajinasi yang baca aja deh~

    thx reviewnya kak ❤

    Suka

  6. RIKA RIKA RIKA!! ^^
    FIX YA KAMU BIKIN AKU MATI BERDIRI BACA INI DAN LANGSUNG NGEBLANK GATAU MAU LANJUTIN KAYA APA :’D
    INI KEREN BINGGO ADUH NAK KUBUR SAJA AKU DALAM LUBANG YANG DALAM ITU NGELIAT JUNED SOK IMUT JADI MAFIA AKHIRNYA MATI JUGA KAN :’D PADAHAL SEBELUMNYA UDAH TAK SURUH MAEN PISTOL-PISTOLAN AJA DI RUMAH -_- /ABAIKAN/

    AKU MAU CAPSLOCK JEBOL NGALAHIN SAM DULU INI XD
    ACTIONNYA PERFECT SEKALI! SENJATA-SENJATANYA JUGA ADUH UDAH MACEM TENTARA AJA KAMU RIK 😀 DAN… CINTA TUAN HWANG DEH YA GEMES AJA GITU SAMA KYUNG JUGA ITU DIANYA JAHAT APA NGGA SIH? KOK AMBIGU KESANNYA ._.
    SEMUA INGET KYUNG TERUS APA KABAR DONGHYUK WAKTU DI PART MANA DIA DI SURUH GANTIIN BOBBY, LAH SEKARANG DIA MENGHILANG BAGAI BUTIRAN DEBU -_- /PLIS ABAIKAN/
    OVERALL GOOD JOB GIRL! ^^

    OKELAH SEPERTINYA UDAH ADA SEDIKIT PENCERAHAN INI ENDING MAU DI APAIN YANG JELAS SEMANGAT UNTUK DIRI SENDIRI LAH YA ‘-‘)9
    LOVE SEMUA ANAK BAPAK ❤

    Suka

  7. Uda? Kayaknya tuan Hwang nggak bakalan 100% marah sama Flo dan bobby dweh. Kalau dia bangga punya putri macam Flo. Well, mungkin perjalanan kabur keduanya cuma ujian aja buat jadi penerus si Hwang.
    Ok, lagi2 aku narik kesimpulan sendiri. Wkwkwkw

    Suka

  8. Paaan… aku rada setuju sama kesimpulan si mbak jul di atas yaaak?

    YAAMPUN RIK! Kenapa oh kenapa si June terkapar-kapar di atas kapal? eh, iya kan yah. Wakakakak bingung sendiri.

    YAMPUN RIK! (2) kenapa oh kenapa (2) ini rada bikin nyut-nyut ke perut ziiih 😵😵 si Flo ih gitulah gitu. Biarpun si June bisa dibilang paling nyuebelin yah, tapi kasian juga kalo nyawanya melesat ke neraka kayak roket /ih apasih/

    Udahlah yah… diksimu itu sip dah pokoknya tapi kenapa nama aku gak ada ziih 😤😤yaah mungkin Flo itu jelmaan dari namakooh yah Vin sama Flo kan mirip wakaka

    bubay deh. Aku akhiri sajaaa… janjiku terlaksana baca ff team kalian secara marathon! yes!

    Suka

  9. Ping balik: [Chaptered] Through The Glass (Part 5/END) | iKON Fanfiction Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s