[Vignette] KIM HANBIN, PLEASE!!!

95734-m5

Story by Natinkris | Title Kim Hanbin, Please!!!

Cast Kim Hanbin, Hayi| Genre Romance, Comedy

Rating G | Length Vignette

Katakan Lee Hayi kejam ketika ia melempar ponselnya ke dinding saat berdering, dan sebut Hayi gila karena mengumpat pada benda mati itu karena terlalu berisik.

“Demi tuhan Kim Hanbin, bisa kah kau tidak mengganggu ku sekali saja. Apa kau tidak punya jam? Ini masih pukul enam pagi!” Omelnya pada benda mati yang masih mengeluarkan suara berisik yang tidak akan diam sebelum ia memencet tombol hijau di sana.

“Hallo?”

Suara riang di ujung telepon terdengar sesaat Hayi mengangkat teleponnya, yang hanya bisa di jawabnya dengan erangan tertahan, ia sangat k-e-s-a-l.

“Hayi, kau sudah bangun?” Tanya suara itu sekali lagi.

Well, Hanbin selalu punya cara untuk membuat Hayi kesal.

“Hemm.” Jawab nya tanpa minat.

“Kau sudah sarapan?”

Sarapan.pukul.enam.pagi? Kau pikir aku ayam ternak!

“Kau baru saja membangunkan ku, Kim Hanbin!”

Setidaknya Hayi punya pacar yang s-a-n-g-a-t perhatian.

“Oke, kalau begitu, kau sudah—“

“Darahhhh!”

Itu teriakan pertama Hayi di pagi pukul enam.

“Darah?! Kau kenapa, kau berdarah?! Hayi kau sakit?!”

Itu teriakan pertama Hanbin di ujung telepon pada pukul enam lewat satu detik di pagi hari.

“Hanbin, aku tidak ap—“ apa-apa. Oke, Hayi terlambat.

Stttttt prankkk sttkkkkkk meowww skkkkkk

“Hallo? Hanbin, kau masih di sana?”

“…”

“Ya! Kim Hanbin?!”

Tut tut tut

Ini gawat! Kim Hanbin pikir ia sakit!

Tidak, ini tidak boleh terjadi lagi.

Lagi?

Hanbin yang tolol memang tak sepintar Kim Jinhwan si rumus berjalan, atau setangguh Kim Jiwon si kapten basket.

Tapi ini Kim Hanbin, si tolol yang akan menyeberangi sungai Han, mendaki gunung Fuji dan terjun bebas ke palung samudera hanya untuk menyelamatkan kekasih-tercinta-nya-Lee Hayi.

Setidaknya itu yang Hayi yakini.

Banyak yang tidak percaya ketika Hanbin menyamar jadi perempuan, hanya untuk melindungi Hayi yang sedang pesta piyama di rumah SoHyun-pacar-terbaru-Kim Jiwon (Gadis ini sangat membenci Hayi), atau Kim Hanbin yang menyalinkan sepuluh buku untuk Hayi ketika kekasih-tercinta-nya absen sekolah (buku tulis Hanbin bahkan masih suci tak terjamah).

Tapi percayalah, Kim Hanbin yang mengira Hayi sedang sakit adalah yang terburuk dari yang terburuk.

Mari kita buktikan.

Saat itu, tepatnya tanggal sebelas bulan februari, Hayi kena flu.

Maksud Hayi memberitahu Hanbin, kalau ia sakit adalah agar Hanbin lebih memanjakannya (sekali lagi percayalah, Kim Hanbin bukan tipe cowok yang akan berlovy dovy setiap saat), tapi ide itu malah jadi petaka.

“Hanbin, sepertinya aku sakit.”

“Kau sakit? KAU SAKIT?!”

Lalu tut tut tut.

Hayi pikir Hanbin tidak peduli padanya seperti yang teman-temannya bilang, tapi ketika sepuluh menit kemudian Hanbin datang di hiasi wajah-baru-bangun-tidur-dan-sangat-cemas dengan rantang makanan di tangan kanan dan sepelastik obat-obatan di tangan yang lain, sepertinya Hayi salah kira.

“Hanbin, apa yang—“

“Apa yang terjadi?! Kau sakit?! Apa yang sakit?! Kau jatuh, mana yang luka?!”

Percayalah bahwa Kim Hanbin sangat panik saat itu. well, Hayi menikmati saat-saat seperti ini. Karena, hey kapan lagi Hanbin jadi begitu perhatian, seperti ini?

“Tenang lah, aku hanya flu.” Ujar Hayi setelah cukup lama terpesona.

“Kau flu? kalau begitu makanlah bubur ini, mumpung masih hangat.” Hanbin menyodorkan rantang kebanggaannya.

“Oh, Hanbin kau tidak perlu melakukan ini, tapi, terimakasih.”

Masih dengan wajah sumringah dan terpesona, Hayi membuka rantang dan memdapati bubur putih yang masih mengepul di dalamnya.

“Aku akan coba,” Kata Hayi, menyendokkan bubur ke mulutnya.

Semua kebahagiaan, semua kecintaan dan semua rasa sayangnya pada Hanbin tiba-tiba menguap ketika rasa asin dan asam meledak di dalam mulutnya. Ia ingin segera menyemburkan semua bubur beserta semua makanan dalam perutnya ke wajah Hanbin, sebelum lelaki itu tersenyum dengan cerah dan mengatakan…

“Aku bersusah payah dengan bubur itu, ku harap kau suka.”

Oke, Hanbin terlihat sangat tulus dan Hayi… katakanlah kalau Hayi jadi sangat-baik-hati karena tidak tega dengan semua ketulusan itu.

Akhirnya dengan susah payah, Hayi menelan lagi bubur beserta makanan dalam perut yang sudah sampai ke tenggorokkannya.

“He-he-he-aku-sangat-suka.” Air mata Hayi bahkan hampir keluar tapi ia tidak ingin menyakiti hati Hanbin yang seputih salju dan selembut sutra itu, pftttt.

“Benarkan? Huffttt untunglah, ku pikir kau akan memuntahkannya karena, hehehe aku salah memasukkan cuka, ku kira itu air. Dan aku tidak tahu kalau sekarang garam jadi sangat mirip dengan gula.” Lega Hanbin dengan sangat tulus.

Itu bukan bubur, kalau kalian bertanya. Lebih tepatnya itu adalah racun. Oh, mintalah Hanbin membuatkan bubur untukmu kalau kau berniat bunuh diri.

Hayi tahu Hanbin itu tolol, tapi ia tidak menyangka kalau Kim Hanbin separah itu.

Mari kita maju sedikit ke tahun 2015, bulan januari dan tanggal tiga. Hari itu Hayi lagi-lagi terkena flu karena cuaca yang ekstrim. Dia sudah berusaha menutupi soal sakitnya karena ia tidak mau masuk UGD untuk ke dua kalinya, tapi entah bagaimana Hanbin selalu tahu kalau ia sedang sakit.

‘”Hanbin, hallo? Kau masih di sana kan?”

Hanbin menutup ponselnya lalu meninggalkannya di kamar, membuat bubur, membeli obat dan berenang melewati sungai Han dan memanjat Namsan tower dan…

“Hayi buka pintunya, cepat!” Dan menggedor rumah Hayi dengan brutal.

Huffttt aku tidak ingin makan buburnya lagi, tangis Hayi dalam ketakutan.

Tut tit tut tit

Teretetet

Benar, Hanbin tahu password apartemennya.

Mati aku.

“Kenapa, kau sakit?! Apa yang sakit?!”

Seperti dugaan, Hanbin membawa rantang di tangan kirinya dan sebungkus obat di tangan yang lain.

“Seperti yang kau lihat.” Hayi memperlihatkan wajah pucatnya, ia sudah pasrah kalau harus makan bubur beracun seperti satu tahun yang lalu.

“Kalau begitu makanlah ini.” Hanbin menyodorkan rantang merah muda ke hadapan Hayi, dan membuka tutupnya.

Bau menyengat langsung masuk ke dalam lubang hidung Hayi dengan menyakitkan.

“Apa yang kau bawa?” Tanya Hayi langsung menutup hidung, sesegera mungkin menjauhkan rantang itu dari hadapannya.

Hanbin menggaruk belakang kepalanya yang memang gatal (sudah seminggu ia tidak keramas) dan senyum ganjil.

Sepertinya bukan jawaban yang menarik untuk di dengar.

“Oh sepertinya itu sudah basi.”

The hell.

Demi tuhan, Hanbin memberinya sup basi? Apa dia mencoba membunuh kekasihnya perlahan? Tapi tunggu dulu, Hayi sepertinya mengenali sup itu.

“Bukankah ini sup kimchi yang dua minggu lalu ku berikan?”

Kalau benar, maka ini jauh lebih buruk dari racun-yang-mirip-bubur-itu.

“Benarkah? Itu, ah—aku mendapatkannya di kulkas. Well, aku tidak sempat membuatkan bubur untukmu.”

Dan sepanjang hari itu, Hayi menolak untuk bicara pada kekasih-tersayang-nya dan ia bersumpah tidak akan membuatkan Hanbin makanan apapun lagi.

“Aku tidak memakannya karena, jujur sup mu sangat asin. Tapi aku tidak ingin membuangnya, karena itu kau yang buat.”

Sekali lagi, Hanbin memang tolol.

Jadi, kira-kira apa yang akan Hanbin bawa hari ini, apakah ia akan membawa bubur beracun, atau sup kimchi basi lagi? Oh Hayi baru ingat seminggu yang lalu ia memberi Hanbin serantang sup rumput laut, apakah kekasih-tersayang-nya akan membawa sup itu? Tuhan, Hayi belum ingin mati.

Tit tut tit tut

Teretetetet

Itu Hanbin yang sedang memencet password pintunya.

“Hayi, kau sakit?”

Well, itu Hanbin, yang sedang berdiri di hadapannya dengan wajah baru bangun ti— tunggu, itu bukan si tolol Kim Hanbin, tapi si tampan kekasih-tersayang-nya.

Hayi menatap Hanbin dari ujang kepala sampai kuku yang terpotong rapi di ujung ibu jari kakinya, dan ajaib, hanya pria tampan yang terlihat.

Kemeja hitam yang di setrika dan celana jins normal yang tidak berlubang.

Dia bukan Hanbin. Lelaki yang tampan bukanlah Hanbin.

“Hayi, kau sakit apa?! Kau jatuh?! Ada yang berdarah?! Dimana yang sakit?! Jangan diam saja, katakan padaku. Kau butuh dokter?! Bagaimana kalau kita ke rumah sakit sekarang?!”

Oke baiklah, itu Kim Hanbin.

Mengesampingkan wajah tampannya pagi ini, Hanbin tetaplah cowok yang cerewet.

“Errr, kau tidak bawa bubur atau sup atau hal aneh lainnya kan?”

Hanbin memperlihatkan plastik warna hitam yang di bawanya.

“Sayangnya tidak, aku hanya membawa obat untuk mu.”

Syukurlah, pikir Hayi lega.

“Jadi, kau sakit apa?! Apa yang berdarah?!”

“Hanbin, tenangkan dirimu aku tidak sa—“ tidak sakit sama sekali, oke? Biarkan aku melanjutkan kalimat ku.

“Berhenti bilang kau tidak sakit, wajah mu sangat pucat.”

“Ini,” Hayi memegang wajahnya, “Aku memang selalu pucat kan.”

Hanbin duduk di ranjang sebelah Hayi, lagi-lagi tidak mengindahkan perkataan gadisnya lalu memastikan suhu tubuh di kening Hayi dan miliknya sendiri.

“Badanmu sedikit hangat,” katanya, ia langsung merogoh isi pelastiknya. Paling tidak, kali ini Hanbin tidak akan membunuhnya seperti yang sudah-sudah, Hayi sedikit lega.

“Minumlah ini.”

Uhukk… Ini-sedikit-errr…

Hayi mengerutkan dahinya, apa Hanbin sudah menemukan cara terbaik membunuhnya tanpa bubur dan sup?

“Hanbin, itu-obat-merah(?).”

“Owh benarkah? Maaf, maksud ku yang ini.”

Kembali Hayi memutar bola matanya.

“itu-obat-diare-Kim-Hanbin.”

“Kalau begitu yang ini.”

“Aku tidak sedang asma sama sekali.”

“Atau yang ini?”

“Bukan. Kim Hanbin kekasih ku yang tersayang, aku tidak sedang sakit, oke!” yeah Hayi berhasil melanjutkan kalimatnya, itu pun dengan kedua tangan yang ia tangkupkan ke kedua pipi Hanbin.

“Lalu? kau sendiri yang bilang tadi kau berdarah.”

Itulah yang terjadi kalau kau sok tahu.

“Aku memang bilang berdarah, karena aku sedang— kau tahu? tamu yang datang setiap bulan.”

Krik krik krik krik.

“…”

Itulah Kim Hanbin, kekasih-tersayang-nya Lee Hayi.

End.

.

.

.

“Jadi kau tidak sakitkan?”

“Tidak aku sangat sehat. Tapi bisakah kau melakukan sesuatu untukku?”

“Apa yang tidak dapat ku lakukan untukmu, jangan sungkan, katakan apa itu?”

“Belikan aku pembalut, bisa kan?”

“Hah?”

“Ukuran 35 senti.”

“…”

“Dan tanpa sayap.”

“…”

“Kau ingat kan? Kim Hanbin?”

“Errr. Pembalut-35-senti-tanpa-s-a-y-a-p?”

“Bagus.”

END

Another gaje story, akhhh lagi suka banget sama BiHi nih.

Sebenarnya lagi nggak pengen update sampai bulan depan karna lagi KKN -_- tapi mumpung jaringan lagi mantap-mantapnya jadi yaa gitu wkwk.

Enjoy story guys, jangan lupa komen nya yaa 🙂

Iklan

22 pemikiran pada “[Vignette] KIM HANBIN, PLEASE!!!

  1. Hanbin-hanbin, duh banget ya karakter hanbin disini-.- Kalau aku jadi hayi mah lama-lama stres, perhatian sih perhatian tapi ya jangan sup basi atau bubur racun gitu dong yang dikasih. Kalo abis giti hayinya masuk ugd beneran kan hanbin sendiri yang jadi tersangka percobaan pembunuhan. Jinhwan selalu jadi karakter anak jenius ya di ff yang aku baca, seringnya sih nggak selalu 😀 Tapi bayangin hanbin nyamar jadi cewek berarti kan dia kayak di fotonya di masa-masa(?) mix and match itu ya. Hanbin mah gitu deh 😀 Tapi beneran aku suka banget ff ini, fluffnya banget-banget deh, jadi ngakak terus dari awal sampai akhir cerita. Good job, author. ditunggu ff lainnya, keep writing~

    Disukai oleh 1 orang

  2. Well done!
    Pinter banget authornya bikin perut sakit pliss XD duh yaa, ini k-e-r-en 😀 demi apa pun, Hanbin terlalu sangar buat dinistain XD tapi yang jadi korban sih malah Hayi, kasian XD yasudahlah yaa, emang dari awal sampe akhir gak bisa gak ketawa 😀 makasih authornim, semangaaaaattt /(o_o)/

    Disukai oleh 1 orang

  3. entahlah harus bilang Hanbin posesif atau apa. tingkahny itu lho buat orang kesel setengah mata yah! walaupun kadang tingkahnya berlebihan tapi perhatiannya itu bikin greget kesel dan terharu. puk puk puk cinta memang buta Hayi sampai seperti Hayi khilaf milih pacar yang berlebihan kaya Hanbin kkk~ 😀 suka cerita bikin perasaan campur aduk.
    ok di tunggu cerita selanjutnya 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  4. hai chingu-ya, ceritanya seru dan berhasil bikin aku senyum-senyum sendiri di pagi hari yang masih pagi ini kkk. kok ada ya cowok macam hanbin yang seperti ini.
    ohya chingu-ya, kita sama loh lagi sama-sama KKN kkk. semangat ya chingu-ya!! ditunggu cerita HanHi yang lainnya ^^

    Suka

  5. OEMJI HANBINNYA UNYU BANGETTT nemu dimana karakter Hanbin yg biasanya setrong terus angkuh2 jadi idiot menggemaskan beginiiiii
    Moodbooster banget pagi2 hihihi Hayi, sabarlah nak, kamu tidak akan menemukan lelaki yg lebih perhatian (dan bodoh) lagi dari Hanbin hihihi bungkusin satu dong Hanbin berkarakter seperti ini buat jadi pacar #halah

    Bikin lagi dong authornimmmmm

    Suka

  6. Ping balik: [SERIES] BIHI: I’m Not Jealous | iKON Fanfiction Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s