[Vignette] The Truth

[Cover] The Truth

 

THE TRUTH

  • Author : agnesF (@agnesyooo)
  • Main Cast : Jinhwan, B.I, Bobby, Junhoe, Chanwoo, Yunhyeong, Donghyuk
  • Genre : brothership, sad, comedy
  • Rating : G
  • Summary :

Selalu ada hikmah di balik semuanya. Kalau tidak karena kejadian itu, kita tidak akan pernah tahu…”

  • Disclaimer : I do not own the casts, just own the idea.. the story.

 

Dorm iKON.

Kim Hanbin duduk bersila di samping pintu kamar mandi, menunggu gilirannya mandi dengan handuk bergantung di lehernya. Lelah terpancar jelas di wajahnya.

Suara kucuran air shower berhenti. Dengan sigap Hanbin berdiri di depan pintu, menyambut orang yang ada di dalam dengan senyuman lebar. “Giliranku!” serunya saat Jinhwan keluar sambil mengeringkan rambut basahnya dengan handuk kecil.

Jinhwan hanya menatap Hanbin datar. Dia sudah terbiasa dengan apa yang menunggunya di depan pintu setelah mandi. Senyum Kim Hanbin. “Yang lain sudah tidur?”

“Yunhyeong tidur. Tadi aku sempat ke kamar Bobby-Junhoe-Donghyuk, semuanya sudah tidur. Chanwoo masih asyik main laptop, hyung,” lapor Hanbin.

Mwo? Masih main laptop?” Jinhwan menggeleng heran. “Arasseo.”

 

✿✿✿

 

Benar kata Hanbin. Pemandangan yang dia temui saat masuk ke kamarnya dan Chanwoo adalah Chanwoo yang masih berkutat dengan laptopnya dengan raut wajah serius. Sangat serius.

“Chanwoo-ya, berhenti main laptop, matikan, dan pergi tidur.”

Tidak ada jawaban dari Chanwoo. Jinhwan mencoba menebak-nebak game apa yang membuat Chanwoo kecanduan. Football manager?

Anehnya Jinhwan tidak mendengar suara apapun keluar dari laptop. Setelah mengenakan celana pendek dan kaos hitam favoritnya, Jinhwan menghampiri Chanwoo. “Kau main game?”

Bukannya menjawab, Chanwoo malah menutup laptopnya dan pergi keluar.

“Ya! Jung Chanwoo!”

 

✿✿✿

 

Jinhwan menemukan Chanwoo dengan wajah tertelungkup di meja makan. “Kau lapar?”

“…”

Jinhwan membuka kulkas. Dia mengeluarkan sekotak kimchi yang dikirim oleh eomma nya Donghyuk. Matanya kembali menjelajah isi kulkas dan mengeluarkan seplastik jamu ginseng untuk Hanbin yang masih mandi. Jinhwan bisa menemukan lelah dibalik senyum Hanbin tadi. “Hyung buatkan nasi goreng kimchi, eoh?”

Tangan Chanwoo mengepal dan…

Brakk!

Chanwoo memukul meja dengan sangat keras. Masih belum puas, dia juga menendang tempat sampah. Plastik, kulit telur, dan kawan-kawan sampah lainnya berhamburan ke lantai.

Jinhwan naik darah melihat kelakuan maknae nya. Rangkaian bentakan sudah sampai di ujung lidahnya, namun urung. Urung karena dia melihat aliran di pipi Chanwoo. Bahu Jinhwan melemas. “Chanwoo-ya, kau kenapa? Hmm? Ceritakan pada hyung,” dia mendudukkan Chanwoo.

Chanwoo masih membisu. Hanya isakannya yang terdengar.

Jinhwan menunggu di samping Chanwoo dengan sabar. Bahkan hingga Hanbin selesai mandi pun, Chanwoo masih terisak.

“Hanbin-ah, kemari sebentar, aku sudah menyiapkan jamu ginseng untukmu,” panggil Jinhwan saat mendengar pintu kamar mandi terbuka.

Hyung, aku mendengar suara gebra…” Hanbin tidak dapat melanjutkan ucapannya. Alisnya terangkat melihat sampah berserakan dan Chanwoo yang menangis. “Wae?” tanyanya hanya dengan gerakan mulut kepada Jinhwan.

Jinhwan juga membalasnya dengan gerakan mulut, tanpa suara. “Aku juga tidak tahu.”

Hanbin menyesap jamu ginseng dan mengambil tempat di depan Chanwoo. Menyadari kehadiran Hanbin, tangis Chanwoo semakin pecah.

Hanbin dan Jinhwan menatap Chanwoo frustasi. Setelah sepersekian menit, mata Jinhwan dan Hanbin bertemu. Mereka mengangguk satu sama lain, bangkit dari kursi, dan bersamaan menuju kamar Jinhwan-Chanwoo, seolah memastikan bahwa apa yang mereka pikirkan sama.

Laptop Chanwoo.

 

✿✿✿

 

Hanbin mematung. Matanya menatap kosong layar laptop Chanwoo. Jinhwan merangkul dan meremas pundak Hanbin. Menguatkan namja yang telah dia kenal lama itu. Susah, senang telah mereka lewati bersama.

Jinhwan menengadahkan kepalanya ke atas. Menahan butiran-butiran air yang siap jatuh dari matanya.

Hanbin berusaha memecah hening dengan tawa. Tawa yang sangat terdengar dipaksakan “Nan gwaenchana, hyung.”

Jinhwan tahu Hanbin berbohong. Hanbin tidak ingin dirinya khawatir.

Hanbin menatap hyung nya. Dia bisa melihat mata Jinhwan mulai basah. “Hyung, kau menangis?”

“Hmm.”

“Oke, nan… an-gwaenchana. I’m not fine, hyung.

Jinhwan tertawa.

Waeyo, hyung?” Hanbin khawatir Jinhwan mulai gila, karena semenit yang lalu orang hampir menangis kini tertawa lepas.

“Kau… kau menggunakan bahasa Inggris. Huahahahaha,” Jinhwan kembali tertawa puas.

Hanbin yang kini mengerti ikut tertawa. Jarang-jarang dia menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Ini pasti efek short English conversation bersama Bobby di van tadi.

“Hanbin-ah…”

“Eung?”

“Aku bangga padamu,” ucapnya tulus sambil menepuk kepala leader iKON tersebut.

Hanbin tersipu. Namun ia berusaha menjaga ke-cool­-an nya. “Eiii.. kalau cuma segini mah kecil, hyung,” dia menunjuk layar laptop Chanwoo. “I can handle this well. Don’t worry.

Mereka kembali menertawakan bahasa Inggris Hanbin.

Hyung, mwohaeyo?” kepala Junhoe menyembul dari balik pintu. “Chanwoo.. entah kenapa sedang menangis di dapur.”

“Kalian melihat apa?” Junhoe mendekat dan melihat layar laptop Chanwoo.

Terlihat sebuah artikel yang memuat tentang rilisnya teaser Anthem, lagu duet Bobby dan Hanbin. Otomatis matanya tertuju pada kolom komentar.

Tukang bully itu merilis lagu?

Memberikan Chanwoo sedikit bagian, dan kini mereka duet?

Dasar Hanbin si tukang bully.

Cocok, si tukang bully dan komplotannya.

Dengan geram Junhoe menutup layar laptop Chanwoo. Dia mulai menyumpah-nyerapahi komenan tersebut.

 

✿✿✿

 

Beberapa bulan yang lalu…

Tepatnya, 20 Agustus 2015.

Dorm iKON terlihat sibuk. Para member sedang mempersiapkan diri karena mereka besok akan berlibur. Liburan mereka akan ditayangkan pada siaran langsung aplikasi V. V live – iKON’s Summer Vacation Spot.

MWO!? Kau  diputusin? WAE?? Bukannya sampai kemarin kalian masih baik-baik saja? Aku mendengar kau teleponan dengannya semalaman.Kau yakin dia tidak bercanda?”

Yang ditanya hanya menggeleng lemas.

Ponsel namja yang baru saja memberikan rentetan pertanyaan berdering.

“Halo?”

“Jinhwan hyung?” tanya si penelepon.

“Eoh, Jinhyeong-ah. Wae?”

“Hyung, kau sedang bersama Chanwoo?”

“Eoh. Wae?”

“Chanwoo putus dengan pacarnya, hyung?”

“Hah? Bagaimana kau tahu?”

“Jinjja? Jadi mereka benar-benar putus? Tadi dalam perjalanan menuju tempat latihan aku bertemu pacar Chanwoo-“

“Mantan,”potong Jinhwan.

“Eh? Eoh. Mantan Chanwoo. Aku melihat pacar.. eh, mantan Chanwoo bersama namja lain. Mereka mesra sekali hyung. Aku mau menghampirinya tapi urung. Aku kenal dengan namja yang bersama mantan Chanwoo itu. Dia trainee JYP. Aku menanyakan padanya, siapa yeoja yang bersama dia tadi, katanya yeoja itu adalah yeoja yang telah dia dekati selama dua bulan.”

Oke. Kali ini Jinhwan benar-benar naik darah. “Dia tidak tahu apa kalau yeoja itu pacar Chanwoo?”

“Kau gila, hyung? Mana mungkin yeoja itu berani mengaku dia pacar Chanwoo iKON? Berdasarkan pengakuan namja itu, yeoja itu mengaku tidak punya pacar.”

“Keterlaluan…”

“Hyung, Chanwoo, baik-baik saja kan?”

Jinhwan melirik Chanwoo yang kini menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. “Bagaimana mungkin dia baik-baik saja. Setelah selesai berlatih kau bisa mampir ke sini sebentar? Bisa titip camilan kesukaan Chanwoo? Lagipula sudah lama kau tidak kesini.”

“Arasseo, hyung. Tapi agak larut malam? Tidak apa-apa?”

“Eoh.”

“Password-nya masih sama kan, hyung?”

“Masih lah, hahahaha. Gomawo, Jung Jinhyeong. Semangat latihannya.”

“Siap, hyung.”

 

✿✿✿

 

Semua member iKON, minus Chanwoo, plus manajer hyung berkumpul di ruang tamu.

Semua mata memandang Jinhwan yang siap memberikan pengumuman penting.

Jinhwan ragu, apakah keputusannya tepat untuk memberitahu masalah Chanwoo pada semua yang ada di ruangan ini.

Dari sisi kanan, Jinhwan menenggerkan lengannya di leher Jinhwan. “Cepat katakan, hyung.”

Bobby ikut menenggerkan lengannya dari sisi kiri. “Eoh. Cepat hyung!”

Niat Jinhwan bulat. Dia akan memberitahu semuanya. Ini demi kebaikan Chanwoo juga.

“Kalian jangan membahas pacar… ehm, mantan Chanwoo lagi.”

Semua tercekat. Mengerti apa maksud Jinhwan, kecuali Junhoe. Mantan? Setahu dia Chanwoo saat ini pacar satu, yang notabene merupakan pacar pertamanya. Kalau mantan berarti…

Berarti…

Berarti Chanwoo putus dengan pacarnya?

“Hyung, Chanwoo putus dengan pacaranya?” tanya Junhoe polos.

Saat Junhoe lama berpikir tadi, Jinhwan telah menceritakan semuanya, termasuk apa yang diceritakan Jinhyeong.

Donghyuk menatap Junhoe kesal. “Kau baru nyambung? Aigoo…”

“Menurutku sebaiknya kita menyembunyikannya dari Chanwoo. Aku takut dia tambah patah hati dan berefek pada kegiatan besok,” saran manajer hyung. Semua mengangguk setuju… kecuali Junhoe.

“Menyembunyikan kalau dia putus? Bagaimana bisa, hyung? Kan dia sendiri yang mengalami?” Junhoe bertanya masih dengan nada polos.

Tidak ada yang menggubrisnya.

“Jinhyeong jadi ke sini hyung?” tanya Donghyuk. Jinhwan membalasnya dengan anggukan.

“Aku sudah sms Jinhyeong untuk tidak memberitahu dia dulu pada Chanwoo,”ujar Yunhyeong yang dibalasi acungan jempol dari Bobby.

Junhoe yang baru mendengar tentang Jinhyeong kembali berpikir. Berpikir sambil mencari sebuah nama di ponselnya. Jinhyeong? Jung Jinhyeong ke sini? “Aku juga sudah sms Jinhyeong untung membelikan ayam goreng langganan kita saat jaman MIX & MATCH dulu,” suara Junhoe terdengar bangga.

“Ya! Ya! Goo Junhoe. Kau pikir Jinhyeong apa? Ayo, sebaiknya kau ikut aku ke supermarket. Berkatmu Jinhyeong akan membawa banyak makanan. Sekarang giliran kita yang membeli banyak minuman,” Bobby menarik paksa tangan Junhoe. “Kau melewatkan banyak cerita, akan kuceritakan dijalan,”tambah Bobby sebelum Junhoe kembali berpikir.

 

✿✿✿

 

Seperti biasa Jinhwan dan Hanbin bangun paling pagi di antara member lainnya. Bahkan sebelum manajer mereka bangun.

Hanbin yang telah duduk di meja makan menyodorkan segelas air kepada Jinhwan.

Jinhwan duduk. Masih berusaha mengumpulkan kesadarannya.

“Chanwoo masih tidur?”

“Hmm. Kau tahu? Semalaman dia mengigau nama mantannya.”

Kedua namja tersebut hanya mengehela nafas.

“Hyung, patah hati… sesakit itukah?”

“Eh?”

“Kau tahu kan, aku motae solo, tidak pernah pacaran sebelumnya. Aku hanya pernah merasakan suka, tapi tidak pernah sampai pacaran. Bahkan tahap some-relationship aja belum pernah.”

Jinhwan tersenyum kecil. “Eoh. Aku tahu.”

Hanbin masih menunggu jawaban Jinhwan dengan tangan terlipat.

“Seberapa sakitnya… itu tergantung masing-masing. Semakin kau mencintai orang tersebut, tentu saja semakin sakit.”

“Melupakan juga susah, hyung?”

“Itu semua relatif.”

“Aku tidak mengerti, hyung.”

“Pada saatnya kau akan mengerti. Sudahlah. Lebih baik sekarang kita membangunkan yang lain.”

 

✿✿✿

 

Sebenarnya member iKON, plus manajer dan Jinhyeong tidak setuju saat Chanwoo memutuskan untuk berpacaran. Karir sebagai seorang idol memang jadi salah satu pertimbangan. Namun di atas semua itu, mereka merasa aneh saat yeoja itu menerima Chanwoo. Dia cinta pertama Chawnwoo, dan Chanwoo telah menyukainya selama lima tahun. Dan telah lima kali pula yeoja itu menolak Chanwoo. Chanwoo yang pantang menyerah tetap saja berusaha, dan akhirnya dia diterima tepat saat Chanwoo diresmikan sebagai member iKON.

Selama ini mereka berusaha menghilangkan pikiran buruk terhadap pacar Chanwoo. Mereka pun sepakat untuk merahasiakannya dari sang CEO. Mereka tidak bisa merusak kebahagiaan maknae yang cinta pertamanya bersambut.

“Chanwoo-ya… pakaianmu…” Yunhyeong menatap Chanwoo dari atas kebawah.

“Ada yang salah, hyung?” namja yang semalam patah hati ini tersenyum. “Aku rasa pakaianku cocok untu acara summer vacation hari ini,” dia menyematkan topi di kepalanya.

Salah seorang stylist mengangguk. “Tidak ada yang salah dengan pakaian Chanwoo, Yunhyeong-ssi.”

Memang tidak ada yang salah dari pakaiannya. Yang membuat salah adalah fakta bahwa pakaian plus topi Chanwoo merupakan pemberian mantannya.

 

✿✿✿

 

“Ya! Buat apa kau masih memakai ini?” tanya Hanbin di sela-sela istirahat mereka setelah syuting sesi empat.

Hanbin memegang ujung pakaian Chanwoo dengan raut tidak suka. Dia marah. Dia tidak mengerti kenapa Chanwoo masih mau memakai pemberian dari orang yang telah menyakitinya.

Member lainnya hanya menyaksikan adegan tersebut dalam diam. Mereka tidak tahu apa yang harus mereka katakan. “Aku mau membuktikan bahwa aku masih mencintainya, hyung.”

Hanbin menatap Chanwoo gusar.

“Hyung! Hyung! Lihatlah, dia meneleponku! Dia pasti menonton siarang langsung barusan! Ini semua berkat aku memakai pakaian ini,” Chanwoo pergi untuk mengangkat telepon dari mantannya.

Hanbin hampir menangis menatap punggung Chanwoo yang menjauh. Dia merasa kasihan dengan Chanwoo.

“Bagaimana bisa seseorang menjadi bodoh karena cinta?”

“Cinta itu buta, hyung,” jawab Junhoe sok bijak.

Chanwoo kembali dengan raut bahagia. Hal ini membuat member lain khawatir.

“Wae? Wae?” tanya Jinhwan dan Bobby bersamaan.

“Dia mengajakku balikan, hyung!”

“Kau terima?”

“Tentu saja!”

Belum sempat member lain bereaksi, staff summer vacation masuk, memberitahu mereka bahwa sesi lima akan segera dimulai.

 

✿✿✿

 

Bahkan potongan daging sapi yang menggiurkan tidak bisa mengalihkan perhatian Hanbin. Tidak bisa menurunkan amarahnya terhadap Chanwoo.

Jinhwan tahu apa yang Hanbin rasakan. Tapi tidak ada yang bisa dia lakukan karena mereka sedang siaran langsung. Sepanjang sesi lima dia berdoa semoga Hanbin tidak lepas kontrol.

Hanbin terus saja memikirkan masalah Chanwoo. Mwo? Balikan? Dia tidak bisa membayangkan Chanwoo kembali dengan yeoja mengerikan itu.

Sayangnya do’a Jinhwan tidak terkabul. Hanbin lepas kontrol. Kekesalan yang memuncak tidak bisa dia tahan lagi.

Hanbin meninju bahu Chanwoo. Tidak keras tapi cukup membuat kaget sesisi ruangan.

Hanbin meninjunya lagi. Bahkan yang ketiga kalinya hingga topi Chanwoo terlempar.

Demi apa Hanbin tidak tahan melihat topi dari yeoja itu bertengger di kepala maknae nya.

Jinhwan dan yang lain tertawa berusaha menetralisir suasana. Bahkan Jinhwan beralasan bahwa Hanbin sedang sensitif.

Bobby berusaha menghibur Hanbin dengan memberinya sepotong daging.

 

✿✿✿

 

Adegan ‘kasar’ Hanbin menjadi sorotan publik. Banyak artikel yang menyebut hal tersebut merupakan bullying. Banyak yang berasumsi bahwa Hanbin masih tidak bisa menerima kehadiran Chanwo ke dalam iKON.

Meskipun tidak ada pernyataan resmi yang dikeluarkan YG Entertainment. Tetap saja, sepulang dari syuting iKON dipanggil oleh CEO mereka.

Hanbin tidak menjelaskan hal yang sebenarnya. Dia tidak ingin memperpanjang masalah, dan tentu saja tidak ingin masalah percintaan Chanwoo terbongkar. Dia meminta maaf bahwa tadi dia hanya lepas kontrol karena kelelahan.

 

✿✿✿

 

Sesampainya di dorm, Chanwoo disidang.

Mau tidak mau mereka harus mengatakan hal yang sebenarnya pada Chanwoo.

Chanwoo terperangah  mendengar cerita perselingkuhan pacarnya. Dia yang awalnya merasa sakit hati dengan tindakan Hanbin, kini mengerti.

Bahkan Hanbin tidak mengatakan apapun di depan CEO. Hanbin melindunginya.

“Putuskan yeoja itu,” perintah Junhoe dengan tegas.

Chanwoo yang mengusap air mata yang mulai jatuh mengangguk. “Arasseo, hyung.”

Dia memegang tangan Hanbin sambil menangis. “Hyung, aku minta maaf. Aku tidak akan pacaran lagi, hyung. Aku…”

“Kau boleh pacaran tetapi tunggu setelah tahun perjanjian larangan berpacaran lewat, Chanwoo-ya.”

“Arasseo, manajer hyung. Jeongmal mianhae.”

 

✿✿✿

 

Hanbin dan Jinhwan melongo mendengar sumpah serapah Junhoe.

“Ya, darimana kau dapat kosakata sebanyak itu?” Jinhwan menatap Junhoe geli.

Junhoe menggaruk kepalanya. “Eung… dari…”

“Kau ketombean? Goo Junhoe, kau belum mandi kan?” Hanbin menggoda Junhoe.

Mandi? Junhoe mulai berpikir dan menatap Hanbin. “Hyun? Kau… sejak habis mandi tadi tidak ganti baju?” tanyanya polos kepada Hanbin yang memang hanya terlilit handuk di pinggangnya.

Oh My God! Hyung aku ganti baju dulu!” secepat kilat Hanbin melesat keluar kamar.

“Jadi Chanwoo masih merasa bersalah gara-gara kejadian itu, hyung?”

“Sepertinya…”

Terdengar suara teriakan Bobby dari luar. “Ya! Goo Junhoe! Sini kau, jangan kabur dari memunguti sampah!”

Tak lama terdengar pula teriakan Donghyuk dan Yunhyeong. Sepertinya semua member iKON terbangun.

 

✿✿✿

 

Kini Chanwoo sudah mulai tenang. Lagi, dan lagi. Dia kembali meminta maaf pada Hanbin.

“Berhentilah meminta maaf. Bagaimanapun juga itu bagian dari kesalahanku yang lepas kontrol.”

Jinhwan mengiyakan.”Selalu ada hikmah di balik semuanya. Kalau tidak karena kejadian itu, kita tidak akan pernah tahu seberapa besar pengorbanan Hanbin.”

Jinhwan paham posisi Hanbin. Tidak akan ada yang pernah bisa menjelaskan kejadian sebenarnya dibalik adegan ‘bully’ tersebut.

“Lagipula itu bagian dari resiko menjadi artis. Kkkk,” timpal Bobby.

“Hikmah satu lagi…” Junhoe muncul keluar kamar sambil membawa ponsel Chanwoo. Telepon masuk dan nama pemanggil adalah…

Yeri.

Red Velvet, Yeri.

“Halo? Yeri-ya, ini Junhoe oppa. Chanwoo? Dia tidak bisa berbicara denganmu sekarang. Matanya membengkak habis men-“

“HYUNG!” potong Chanwoo. Dia merebut ponsel di tangan Junhoe dan berbicara dengan Yeri. Rona merah mulai menghiasi wajahnya. Chanwoo tidak hentinya tersenyum, tertawa kecil sambil berbicara di telpon.

“Ah, Jinhwan hyung,” Donghyuk seakan teringat sesuatu. “Itu… kimchi eomma ku di dekat kompor. Bagaimana kalo kau membuatkan kita nasi goreng kimchi? Hehehe.. aku lapar.”

Hanbin bangkit. “Ayo, hyung. Aku bantu.”

“Baiklah.”

“Hyung, aku juga ingin merasakan some-relationship seperti Chanwoo-Yeri,” ujar Hanbin pelan saat mengiris kimchi.

“Dengan siapa?” ledek Jinhwan.

Hanbin berpikir keras. Tidak ada sebuah nama pun yang dia pikirkan. “Ah, molla,” dia tidak ingin berpikir lebih jauh. Takut menjadi seperti Junhoe yang terlalu banyak berpikir. Dia menoleh kepada Junhoe dengan tatapan ngeri.

“Yeri-ya, titip salamku pada Seulgi noona!” teriak Junhoe.

 

✿ fin ✿

Author’s note:

            Fanfic barusan adalah imajinasi… imajinasi tingkat sotoy. Huahahaha. Idenya muncul gara-gara author udah ga tahan baca komenan “bully” tentang Hanbin, Bobby. Plis -_- jadi demi apa, waktu belajar buat uas hari Senin *eh curhat* , malah dipake buat nulis ini FF. Bzzz. Kita ga bakal pernah tahu kejadian yang sebenarnya. Yang jelas, apapun yang terjadi, author percaya Hanbin. Cieee :p , yuk ah kesan-pesan-kritik-dan-sarannya. Terimakasiiih 😀

 

Iklan

6 pemikiran pada “[Vignette] The Truth

  1. esumpah kirain ini fic beneran fic ternyata ada momen benerannya? pas baca bagian yang mukul mukul ituuu………. aku langsung brb buka vid Vapp dan yaampun kok iya….aku belum liat itu masalahnya :”) sumpah beneran itu knetz alay kalo kataku hahah! jadi sedih 😦
    niceu! keep writing yaaaa 😉

    Suka

    • yess ada real nya :’D kapan knetz ga alay *eh. haters intl juga ikut2 wkwk. ituuuu… cekit cekit tiap baca komenan apalagi di akp ‘bullying’ dan semacemnya bzzz -_-
      makasih udah baca min(?) kkk. siaaps

      Suka

    • aku juga ga bisa bayangin… wkwk :3
      uuu makasih udah baca, makasih udah percaya. lol
      kan kasian anak 96 jadi leader, composer, tanggung jawab berat euy :’D

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s