[Oneshot] What’s Wrong

whats wrong1

 

What’s Wrong (Hanbin ver.)
 
story by kkamjungs (@kkamjungs)
[iKON’s] Hanbin Kim [Twice] Kim Dahyun
| Genre: fluff, romance | Length: oneshoot | Rating: PG-17
.
What’s wrong?
What did I do wrong?
Tell me what wrong this time?
Hanbin salah apa lagi kali ini, Dahyun?

What’s Wrong (Hanbin ver.)

 

 

If you ever love somebody say yeah

 

Hanbin mengambil nafas panjang. Ini sudah yang kesekian kalinya ia menekan option call di handphone nya, dan sudah kesekian kali pula suara lain yang terdengar dari nomor yang dituju. Bukan suara dari seseorang yang hanbin harapkan.

“Dahyun belum mengangkat telefonmu?” Kata Jinhwan melihat kegusaran teman disebelahnya yang tidak berhenti memandang layar handphone dan menempelkannya kembali pada telinganya.

Hanbin menggeleng.

Jika Jinhwan berminat untuk menghitung nya, jumlah Hanbin untuk mencoba menelefon kekasihnya lebih banyak daripada jumlah lagu pada seluruh album mereka. Sayangnya Jinhwan tidak berminat menghitungnya, ia masih harus fokus bermain game sepak bola pada layar televisi di depannya, ia tidak boleh kalah melawan Bobby lagi kali ini.

 

Im afraid

Your voice that was sweet

You and I, we were in love

But why did we became like this again?

 

“Baiklah kuakui aku kalah kali ini”

“Kau memang selalu kalah Kim Jinhwan, apa perlu kujelaskan cara bermainnya?” Jawab Bobby memamerkan deretan giginya

Jinhwan hanya mendengus sambil mencomot keripik kentang di sofa.

“Yatuhan dari tadi kau masih mencoba menghubungi nya?” Kaget Jinhwan begitu menoleh dan melihat Hanbin yang masih berkutat dengan handphone nya. Sekarang bahkan leader ikon itu mulai menggigiti kuku jempol tangannya sendiri.

Hanbin mengangguk

“Mungkin dia sibuk, sudahlah nanti dia pasti menelfonmu kembali, kau hanya memenuh menuhi kotak miscall nya saja sekarang” Jinhwan mencoba menenangkan Hanbin tanpa berhenti mengunyah keripik kentang nya.

Tapi Hanbin tau Dahyun sedang tidak sibuk sekarang, ia masih ingat kemarin Dahyun mengatakan bahwa jadwal twice kosong untuk hari ini.

Bobby merebut keripik kentang Jinhwan sambil menggeleng  “Tidak mungkin, ia pasti marah karena ini hari minggu dan kau justru memilih berkutat dengan kami tanpa mengajaknya berkencan. Dari dulu kau memang bodoh , lebih baik aku saja yang menembak Dahyun waktu itu”

Tanpa merasa berdosa candaan Bobby justru membuat Hanbin semakin gusar. Jinhwan memukul kepala Bobby sebelum pemilik gigi kelinci itu semakin berbicara kemana mana.

Hanbin mengantongi handphone nya dalam hoodie, entah karena ia sudah putus asa menelfon kekasihnya atau baterai handphonenya yang memang sudah habis. Ia lalu menenggelamkan wajahnya pada kedua tangannya.

“Habislah aku”

90% Hanbin yakin. Seperti biasa. Dahyun pasti sedang marah.

Dan 10% nya Hanbin juga yakin, jika bukan ia yang meminta maaf duluan, Dahyun akan mendiamkannya bahkan sampai Chanwoo wamil sekalipun.

 

Am I kid?

Is hanging out with my friends in a while such a big crime?

Am I dog?

Are you satisfied if I have  a leash around my neck? Were you constantly deceived?

 

Hanbin melangkah pelan menuju sudut ruang latihan setelah ikon selesai latihan untuk perform Dumb and Dumber seperti biasanya.

Ini sudah jam delapan malam dan belum ada kabar dari Dahyun sejak tadi pagi. Ralat, sejak kemarin lebih tepatnya. Karena pesan “kau sudah makan?” “kau sedang apa sayang?” “semoga tidurmu nyenyak” hingga “mimpikan aku” dari Hanbin kemarin juga tidak mendapat respon.

Hanbin menggeser slide unlock di handphone nya lagi

No notification.

Rasanya hanbin ingin menandatangani kontrak dengan JYP untuk bergabung menjadi member twice saja saat ini agar tidak perlu mencemaskan kekasihnya.

“Kau kembali ke dorm atau masih ingin disini?” Bobby beranjak akan mematikan lampu mengingat tidak ada lagi yang akan menggunakan ruang latihan ini setelah ikon.

“Kau kembali saja dulu nanti aku yang mematikan lampunya dan mengunci ruang latihan” Jawab Hanbin tanpa memandang Bobby

“Baiklah, di dorm hanya ada aku dan Jinhwan hyung, member lain pulang ke rumah mereka jadi jika nanti kau lapar beli saja makanan sendiri karena tidak ada yang mau memasak untukmu” Bobby beranjak pergi dari ruang latihan tanpa menunggu jawaban Hanbin, karena seperti biasa Hanbin pasti hanya akan mengangguk sambil ber “hmm” ria.

Sekarang hanya tersisa Hanbin dalam ruang latihan yang luas ini. Semua member dan backdancer sudah pergi jauh sebelum Bobby pergi tadi.

Hanbin kembali mengecek koneksi handphone nya, siapa tau Dahyun mengiriminya pesan tapi tidak masuk karena koneksi yang buruk. Tapi nihil. Bahkan ratusan pesan gambar dari Junhoe yang pamer sedang makan besar entah dimana sekarang pun terkirim.

Ia menghela nafas, kalau soal hari ini Hanbin tidak mengajaknya berkencan dan memilih menghabiskan waktunya dengan Bobby dan Jinhwan, Dahyun tidak akan mendiamkannya se-lama ini, biasanya ia hanya akan membalas pesan Hanbin dengan kata kata singkat dan akan selesai jika Hanbin menelfonnya berjam jam hingga ia ketiduran. Namun Dahyun sudah mendiamkannya sejak ia pulang untuk recording di mcountdown kemarin sampai sekarang.

Ini sudah dua tahun sejak Hanbin menyatakan cintanya ke Dahyun dan mereka menjadi sepasang kekasih hingga saat ini mereka debut dan harus merahasiakan hubungan mereka dari media, jadi Hanbin sendiri memaklumi bahwa mereka tidak dapat berkencan sesuai keinginan mereka dikarenakan jadwal yang padat, fans, hingga paparazzi yang siap menangkap kebersamaan mereka. Bukankah harusnya Dahyun juga sadar akan hal itu?

 

Did my love change just because I didn’t pick up the phone?

Your attitude says that everything I say is wrong

Its making me uncomfortable more and more

 

“Wae?”

Hanbin akhirnya bisa bernafas lega, setelah panggilan yang mungkin kesepuluh ribu sejak tadi pagi akhirnya Dahyun mengangkat telefonnya.

“Kau kemana saja?” Seru Hanbin

“Kau yang kemana saja” Dahyun menjawabnya ketus

“Apa maksudmu? Aku selalu mengirimimu pesan aku sedang apa, dimana, dan bersama siapa. Apa kau tidak membuka kotak pesanmu? Aku menelfonmu ribuan kali tapi kau tidak mengangkatnya. Kau juga tidak membalas pesanku sejak semalam. Kau membuatku khawatir!”

“Kau mengkhawatirkanku?”

Pertanyaan yang benar benar sudah diketahui dengan jelas jawabannya.

“Demi tuhan sayang kau ini kenapa?”

Rasanya hanbin ingin menjambak rambutnya sendiri saat ini.

 

You only think about yourself

It’s always my fault

I don’t know why you’re crying

 

“Dahyun sekarang jelaskan dulu ada apa, aku benar benar tidak mengerti kenapa kau seperti ini”

“Kau seharusnya sadar tanpa perlu kujelaskan” Dahyun memelankan suaranya, kini ia tidak bernada ketus seperti tadi, dan itu justru membuat Hanbin merasa makin bersalah, walau ia belum tau dimana letak kesalahannya saat ini.

“Karena aku tidak mengajakmu pergi dan justru bermain bersama Jinhwan hyung dan Bobby di akhir pekan? Oh, come on Kim Dahyun. Lagipula aku hanya menemani mereka bermain PS di dorm. Apa aku pernah marah padamu hanya karena kau menghabiskan waktu mu dengan teman temanmu? Kau bahkan pernah lupa menghubungiku selama seminggu saat kau pergi camping bersama member twice lainnya. Apakah aku marah? Aku selalu mengalah dalam menghadapimu kau tau itu”

Hanbin tidak mendengar jawaban. Biasanya seorang Kim Dahyun akan selalu menjawab dan tidak mau kalah.

Tapi kali ini tidak.

Setelah sepersekian detik yang terdengar justru isak tangis lirih.

Hanbin ingin mengutuk dirinya sendiri saja sekarang. Bukan ini yang ia harapkan, seratus kali lebih baik Dahyun mengatainya homo dengan Bobby dan Jinhwan dibanding ia harus menyadari bahwa kekasihnya kini menangis. Karena dirinya.

“Aku benar benar tidak ingin bicara denganmu Kim Hanbin”

Dahyun menangis.

 

I can’t take it anymore

 

Hanbin panik.

Ia benar benar lebih panik dibanding saat ia mengikuti survival Mix and Match.

“Kau dimana?! Aku kesana sekarang”

Karena ini survival hidup dan mati kehidupan cintanya.

 

What’s wrong?

What did I do wrong?

Tell me what wrong this time?

 

Hanbin sudah berada di dalam mobil. Bersama Dahyun.

Mereka sekarang ada di area parkir apartemen twice setelah tadi Hanbin berlari dengan kecepatan kilat dari ruang latihan hingga dorm demi meminjam mobil sekaligus SIM milik Jinhwan mengingat ia belum punya SIM sendiri. Tentu saja juga setelah menghubungi hampir seluruh member twice agar Dahyun mau keluar. Karena Dahyun tidak  mau mengangkat telfonnya lagi dan tidak mungkin ia akan masuk ke apartemen yang isinya perempuan semua.

Sekarang Hanbin memandangi Dahyun yang duduk di sebelahnya.

Hening.

Hanya suara nafas mereka – lebih tepatnya Hanbin yang selalu menghela nafasnya karena frustasi-  yang terdengar. Ini lebih baik karena setidaknya Dahyun berhenti terisak. Hanbin belum berani membuka suara. Bahkan ia tidak memutar musik untuk memecah keheningan dalam mobil.

“Bukankah aku sudah bilang padamu aku sedang tidak ingin berbicara denganmu?” Setelah cukup lama akhirnya Dahyun berbicara, meskipun tanpa melihat lawan bicaranya.

“Tapi aku tidak bisa hidup sehari saja tanpa berbicara denganmu” Entah jawaban ini justru membuat Dahyun makin marah atau tidak.

Dahyun hanya membuang nafas atas jawaban Hanbin.

“Kenapa kau tidak memutuskan ku dari dulu saja jika kau merasa lelah karena selalu mengalah”

Deg. Hanbin membeku.

Meskipun ia dan Dahyun sering bertengkar layaknya pasangan pada umumnya, tapi Dahyun tidak pernah sekalipun membahas tentang putus. Karena Dahyun tau, Hanbin tidak menginginkan itu.

“Kim Dahyun kau ini kenapa? Baiklah aku minta maaf. Maaf atas perkataanku tadi, aku hanya terlalu khawatir padamu yang hilang tanpa kabar seharian ini. Dan maaf karena aku menghabiskan waktu dengan bobby dan jinhwan hyung ha-“

“Aku tidak marah karena itu” Dahyun memotong ucapan Hanbin.

 

Like a habit you say nothing.

What do you mean nothing?

 

“Lalu?”

Kini Hanbin benar benar bingung. Rasanya seperti ia harus mengerjakan seratus soal fisika disaat ia bahkan anak kelas ips. Hanbin benar-benar tidak tau letak salahnya dimana. Sepertinya baik kemarin maupun hari ini ia menjalankan hidupnya dengan normal?

Dahyun menggeleng “Bukan apa-apa”

“Sayang..” Hanbin memelas. Asal kalian tau memohon jawaban dari Dahyun jauh lebih sulit daripada meminta pembatalan jadwal manggung ikon.

“Tidak apa-apa, tidak jadi” Dahyun menggeleng sekali lagi dengan masih menampakkan wajahnya yang kusut.

Sudah diduga jawabannya akan begitu.                 Tidak apa apa bagaimana? Hanbin seperti akan stroke saja dengan kebiasaan para kaum hawa yang satu ini. Jika ia bertanya lagi jawaban nya pasti masih “tidak apa-apa” tapi jika ia menjawab “ya sudah” sama saja ia menemui maut nya sendiri. Rhyme in Peace Kim Hanbin.

 

Im so sick of this too

Im tired of fighting

 

Tidak ada cara lain lagi di kepala Hanbin untuk mengatasi Dahyun.

“Kita akan tidur di mobil ini berdua malam ini jika kau tetap tidak mau mengatakannya” Hanbin kini sudah mengunci seluruh pintu mobil.

Dahyun akhirnya menoleh kearahnya “Kau gila? Bagaimana jika ada wartawan yang melihat kita?!”

Hanbin menyeringai dan mengangkat bahunya enteng.

“Baguslah nama kita akan ada dalam pencarian pertama di naver. Lebih dari itu bagaimana jika hal-hal yang seperti ‘itu’ terjadi? Bagaimanapun juga kau berdua di dalam mobil pada tengah malam dengan seorang laki-laki yang sewaktu-waktu bisa menjadi serigala Kim Dahyun” Goda Hanbin

Dahyun meninju lengan Hanbin. Tapi itu justru membuat Hanbin tersenyum, pertanda Dahyun meresponnya dengan baik.

“Dasar mesum!”

Hanbin tertawa, ia mencubit pipi Dahyun “Hanya denganmu”

“Bohong” Dahyun menggelitik Hanbin yang notabene tidak dapat menahan geli hingga tangannya di segap oleh kedua tangan Hanbin.

“Aku serius sayang”

Kini Dahyun tersenyum sambil tetap berusaha menggelitik kekasihnya lagi.

Hanbin lega, benar benar lega. Sekarang Dahyun sudah dapat tertawa seperti Dahyun nya yang biasanya. Rasanya seperti ia baru saja menyelesaikan seluruh misi fear factor seharian ini.

“Sekarang cerita, aku salah apa?”

Dahyun mendelik kepada Hanbin

“Aku sungguh tidak tau dan aku lelah untuk bertengkar dahyun”

 

Tell me, what’s wrong?

 

“Kau tau kemarin twice juga recording di mcountdown?” kata Dahyun kemudian

Hanbin mengangguk, “Tentu saja, kau mengatakannya di chat kita sebelum kau berangkat. Aku bahkan tidak mengalihkan pandanganku dari TV di ruang tunggu saat kau membawakan Candy Boy

Dahyun hanya memainkan lengan hoodie dan jari Hanbin. Kekasihnya ini masih belum paham apa yang ia maksudkan sekarang dan Hanbin sadar akan hal itu.

“Ada apa? Kau marah karena aku tidak menyapamu saat di backstage? Kau kan tau itu terlalu berbahaya. Banyak artis lain disana” Lanjut Hanbin

“Aku tau hanbin, kau pikir aku sebodoh itu? Jika kau menyapaku pun aku tidak akan membalasnya”

Memang sudah kesepakatan mereka untuk ‘pura pura tidak kenal’ saat ada dalam suatu acara maupun program music dengan artis lain. Dan FYI itu adalah hal yang sangat sulit dilakukan, mungkin jika ada dua option antara berakting seolah mereka tidak mengenal satu sama lain dan berakting dalam drama My Girlfriend is Gumiho hingga sepuluh season dan per season seratus episode, Hanbin akan memilih option yang kedua.

“Lalu kau marah karena apa?” Hanbin masih tidak mendapat clue apapun.

“Aku tidak suka perform mu” Dahyun melepas jari Hanbin yang dari tadi ia mainkan

Hanbin kaget. Apa maksudnya? Jangan bilang Dahyun menyuruhnya keluar dari ikon. Bagaimana nasib ikon tanpa leader? Bagaimana Bobby harus menjadi rapper tunggal dan menyanyikan seluruh bagian rapp? Bisa bisa Bobby perlu selang dan tabung oksigen setiap selesai perform.

“Ada yang salah dari perform ku?” Hanbing mengernyitkan alisnya.

“Banyak”

“Bagian?”

“Ending”

“Jangan bilang kau mau mengataiku homo lagi” Hanbin mengingat ending perform nya saat Dumb and Dumber dan ia akui memang dia selalu bermain dengan Jinhwan dan Bobby seperti orang gila. Triple kim never dies.

Whats wrong

Sekarang sudah jelas.

Tanpa perlu penjelasan lebih lanjut lagi Hanbin akhirnya tau apa yang membuat Dahyun seperti ini sejak kemarin.

“Jadi kau cemburu? Karena itu?”

Dahyun mengangguk. Tidak berani menatap mata Hanbin.

Hanbin tertawa melihat Dahyun. Antara lega ia telah mengetahui apa akar masalah yang ternyata sepele ini dan senang karena kekasihnya cemburu. Berarti Dahyun benar benar menyanyanginya bukan? Lupakan soal Dahyun yang hampir memintanya putus, bahkan saat ini Hanbin ingin waktu berhenti sekarang juga.

Selama dua tahun berpacaran, Dahyun tidak pernah merasa cemburu sampai seperti hari ini, bahkan ia tidak terlalu ambil pusing saat mengetahui Hanbin bersama model wanita pada MV Airplane maupun Apology. Sampai Hanbin sendiri heran ada apa dengan kekasihnya ini. Justru Hanbin lah yang pernah cemburu saat mengetahui Dahyun akan membintangi MV Got7 Stop stop it hingga Dahyun perlu waktu yang lama saat itu untuk menjelaskan panjang lebar pada Hanbin bahwa ia tidak pernah melihat Got7 lebih dari sekedar sunbae nya sendiri.

“Kenapa kau malah tertawa?!”

Hanbin berhenti tertawa, “Apa yang membuatmu cemburu sayang? Kau bahkan tidak peduli saat aku menjadi bintang tamu running man bersama Seolhyun sunbaenim dan menjadi pasangan Jihyo noona. Kau juga tidak seperti ini saat mv ikon airplane dan apology dulu rilis”

“Tapi kali ini berbeda Kim Hanbin”

“Mereka hanya backdancer” Hanbin menjawabnya enteng

“Tetap saja mereka juga perempuan”

“Jihyo noona juga perempuan. Lantas apa masalahnya?”

“Kau memeluknya!”

“Karena itu memang koreografinya. Profesionalitas sayang”

“Profesionalitas jidatmu! Bilang saja kau senang”

“Percayalah aku lebih senang memelukmu dahyun”

Dahyun hampir menampar Hanbin saat itu juga karena Hanbin terus cengengesan.

“Tapi di setiap performance mu kau selalu bersamanya, dan itu membuatku kesal”

“Bukankah kau juga melihatnya, semua member juga memeluk backdancer mereka masing-masing” Elak Hanbin

“Tapi kau berbeda Hanbinnnn”

“Apanya? Kurasa sama saja”

“Lihat saja sendiri! Apa perlu kubuatkan akun youtube?” Dahyun benar benar geram dengan rapper satu ini

Hanbin menggaruk alisnya pelan, “Baiklah jelaskan”

“Kau terlalu menghayati saat memeluknya! Bahkan Bobby oppa seorang playboy kelas kakap itu biasa saja, dia langsung melepas pelukannya. Tapi kau tetap merangkulnya sampai selesai. Kau memang luar biasa, B.I” Hanbin tau Dahyun kesal saat ini hingga menekankan suaranya saat menyebut nama panggungnya.

“Dia sudah punya pacar”

“Lalu kau kecewa begitu?”

“Bukan begitu sayang..”

“Aku tidak membahas tentang bagaimana dia memandangmu hanbin. Aku membahas tentang bagaimana kau memeluknya! Aku benar-benar tidak suka, kau terlihat seperti laki-laki yang butuh kehangatan kau tau”

“Memang” Sahut Hanbin

“Jangan memulainya lagi”

“Kau yang memulainya, aku memang butuh kehangatan. Makanya aku mengunci seluruh pintu mobil ini dan berdua disini bersamamu. Apa perlu kujelaskan apa yang perlu kita lakukan?” Hanbin menyeringai lagi

Dahyun mencubit lengan Hanbin dan memukulinya hingga Hanbin kesakitan “Bersihkan pikiranmu bodohhh sebenarnya ajaran siapa kau jadi sering berfikiran kotor”

Dahyun berhenti setelah kedua tangannya disegap oleh kekasihnya dan sekarang sudah melepaskannya.

“Dan lagi baju yang kau kenakan saat perform whats wrong itu Ya Tuhan aku tidak bisa mengungkapkannya dengan kata kata. Alasanku dulu menerima mu selain karena aku memang menyukaimu adalah karena kau terlihat keren saat trainee, tapi sepertinya sekarang alasan yang kedua  itu telah hilang” Ejek Dahyun mengingat kostum Hanbin saat perform.

Hanbin memamerkan giginya “Bukankah aku tetap terlihat keren?”

“Dalam mimpimu. Jinhwan oppa terlihat jauh lebih keren dengan jaket merahnya. Kau terlihat seperti mengenakan jas hujan yang lebar nya seratus meter, benar benar cukup untuk seekor koala bersembuyi dan menggantung di tubuhmu saat itu”

Hanbin tertawa lepas, ia kemudian mengaitkan jarinya pada jari Dahyun. Dan Dahyun menggenggamnya.

Hening sejenak sebelum Hanbin membuka suara.

“Baiklah aku minta maaf atas semua itu. Kau tidak perlu melihat perform ku jika itu membuatmu sakit hati. Kau juga tau itu hanya pekerjaan semata. Aku milikmu, aku tidak pernah dan tidak akan pernah melihat ke perempuan lain selain dirimu. Jangan marah lagi ya? aku seperti hampir sekarat tanpa kabar dari mu hari ini. Lain kali langsung katakan padaku jika kau punya suatu hal yang mengganggu. Bukankah kita memang bersatu karena itu? Agar kita bisa mengatasi masalah satu sama lain dan menjadi bahu untuk satu sama lain.” Hanbin tersenyum sebelum melanjutkan, ”Aku mencintaimu”

Dahyun memandang mata tulus Hanbin lalu mengangguk. Ia memang seharusnya cukup mengatakan apa yang mengganjal di hatinya tanpa perlu marah kepada Hanbin.

Hanbin mendekatkan wajahnya pada wajah Dahyun, perlahan bibir nya betemu dengan bibir milik Dahyun. Ia mencium Dahyun pelan dan Dahyun membalasnya.

Untung Jinhwan tidak memasang CCTV pada mobil mahalnya ini.

 

All these meaningless fight let’s stop this now

 

“Kau belum makan?” Tanya Dahyun.

“Belum, aku tidak nafsu makan karena menunggu kabarmu sejak tadi pagi. Lagipula di dorm tidak ada makanan karena banyak member yang pulang ke rumahnya masing-masing” Hanbin mengelus tangan Dahyun yang ada di genggamannya.

“Bukankah kau ada latihan hari ini tadi? Kau pasti lapar. Kau mau beli makan sekarang?”

“Kau saja yang kumakan” Bukan Hanbin namanya jika berhenti menggoda Dahyun.

“Hentikan. Kau mau makan apa? Aku bisa delivery ke sini, kau bisa sakit jika tidak makan” Dahyun hampir mengeluarkan handphonenya tapi Hanbin mencegahnya.

Hanbin menggeleng, “Tidak perlu, aku bisa membelinya sendiri saat perjalanan pulang nanti”

“Baiklah, pastikan makan tepat waktu. Aku bisa khawatir kalau kau sakit”

“Kau mengkhawatirkanku?” Hanbin menirukan ucapan Dahyun tadi.

“YA KIM HANBIN!”

“HAHAHAHAHA baiklah baiklah aku bercanda”

Lama mereka bercanda hingga jam menunjukkan telah memasuki hari berikutnya. 01.40am.

Dahyun menguap. Ini memang sudah kelewat dari jam tidurnya.

“Kau mengantuk?”

Dahyun menganggukkan kepalanya yang tengah bersandar pada bahu Hanbin.

“Mau tidur disini atau di kamarmu sendiri?”

Dahyun menjitak kepala Hanbin, “Aku kembali ya, kau cepat pulang dan jangan lupa beli makan sebelum sampai dorm”

Hanbin mengangguk sambil tersenyum. Tiba-tiba ia mengingat sesuatu. Ia mencegah tangan Dahyun yang hampir keluar dari mobil.

“Apa lagi?” Dahyun menoleh

“Darimana kau tau Bobby seorang playboy?” ia baru ingat ada perkataan Dahyun yang janggal saat percakapan mereka beberapa jam yang lalu.

Dahyun tertawa, “Sudah jelas terlihat. Ia kemarin meminta nomor telfon Nayeon unnie setelah seminggu yang lalu aku sudah memberinya nomor telfon Sana unnie seperti yang dia minta”

Hanbin terbelalak tak percaya, “Jadi ia menghubungimu hanya untuk meminta nomor telfon member twice?”

Dahyun mengangguk, “Memang untuk apa lagi?”

Hanbin menyesal mempercayakan Bobby sebagai saksi jika Dahyun menanyai sesuatu tentang dirinya pada Bobby. Tau begini ia memilih Jinhwan saja. Bobby bodoh itu malah menyalahgunakan nomor telfon kekasihnya untuk mendekati sahabat-sahabat kekasihnya.

“Bagaimana lagi aku harus menghadapimu Kim Jiwon” Hanbin membanting kepalanya pada setir didepannya.

 

FIN

 


			

18 pemikiran pada “[Oneshot] What’s Wrong

  1. Ini aku kenapa malah ngakak sama perumpamaan2nya. 1) Sampe Chanwoo wamil. 2) Hanbin ttd kontrak sama jyp buat jadi member twice demi Dahyun. 3) Sepuluh season Gumiho dan per seasonnya 100eps lol xD you’re so good at making this kind of thing hahaha 😀 Love it ♥

    Suka

  2. HE KAMU FIC INI SUMPAAH AKU PRO BANGET WUUUUHHH HIDUP KIM DAHYUN KIM DAHYUN (bawa alat demo depan hanbin) DEMI NEPTUNUS /? YANG INI
    “Kau terlalu menghayati saat memeluknya! Bahkan Bobby oppa seorang playboy kelas kakap itu biasa saja, dia langsung melepas pelukannya. Tapi kau tetap merangkulnya sampai selesai. Kau memang luar biasa, B.I”
    FAV SEKALI YA ALLOHHH AKU JUGA MIKIR GITU PAS PERTAMA KALI LIHAT STAGE YANG ITU TUUUHHH, PAS LIAT HANBIN “ya Alloh mas ini sumpaaahh gwaya mayakkk! Cari cari ksempatan mulu duuuuuhh hengggg!, bobby aja lho buiasaaa lngsung dilepas doooh hanbin dooooh” SUMPAH AKU BILANG GITU TIAP LIAT STAGE ITU DAN KUBAHAGIA TRNYATA KAMU MERASAKAN HAL YANG SAMA JADI KU TAK SENDIRI HAHAHAHAH!!!!!! AW XD
    eseriusss perumpaan yg masuk JYP SAMA GUMIHO itu w.o.w bayangin hanbin masuk jyp ktemu jeibi AAAAHH BAPER LIDER FEELS /? TRUSSSS aku gak terlalu ngship hanbin dahyun si, mnurutku mreka cocok kakak adik an gitu 😉 cuma gak apa ini JOSS GANDOSS SUKAK!
    KEEP WRITING YAAA WITH YOUR OWN STYLE MOAH
    nada/mins 98 (maafkan komenku yg bacot ini :(( )

    Disukai oleh 1 orang

    • WAAHHHH KOMEN KAMU PANJANG BANGET AKU SUKA MALAH HHHHH
      yes im not the only one!! emang disetiap perform whats wrong hanbin yg paling nempel sama dancer nya yg lain aja biasa aja kan jd sebel jadi kuungkapkan kekesalanku disini sebagai dahyun wkawkaw
      loh suka jb? aku suka mark!! (stop ini knp jadi bahas got7)
      noprob everyone have their own ship hehehe hanbin sm dahyun sama sama bias aku soalnya jadi ya u know lah~~
      THANK YOU SOOOOO FUCKIN MUCH FOR YOUR LONG COMMENT I REALLY APPRECIATE IT<333 btw u can read my other fanfic on my wattpad here https://www.wattpad.com/user/markxyien

      Suka

      • btw kamu orang jawa timur nih yaaa. baru nyadar that “buiasa” and “mayak” wkwkwk i often use that words too.
        wihhh junior biased, dia bias aku jg pas pertama tau got7 dulu (lah malah ngomongin got7)

        Suka

  3. Aaaa baru sempet baca ff sabtu minggu ajaaaa TT
    Aaa suka bangettt , dpt bgt feel nya merekaaa uuhuhu jadi ngerasa kalo mereka cocok deh wkwk buat lagi dong ff dahyun hanbinnya :v sweet scenenya juga suka banget sampe ku baca berkali2 ni ff hehe

    Suka

  4. Baru sempet baca ff sabtu minggu aja huhu TT duhhh suka banget mereka cocok gitu yaa wkwk dpt banget feelnya , kok jadi ngeship mereka berdua ya (?) haha , romance scene aku sukaaa. Perumpamaannya lucu/ btw wkwkw ditunggu ff dahyun hanbin selanjutnya

    Suka

  5. unyu banget sih mereka bhahahah
    hanbin mah emang pria idaman banget yak hahah sebenernya bukan cuman hanbin siih boby atau jinhwan juga apalagi june,,, tp kenapa pas di ff jadinya hanbin banyak banget manisnya hhhahaha

    Suka

  6. Sumpah…ini fanfic kayak cenayang banget…di dunia nyata si Hanbin emg suka ama Dahyun di Twice, n memang pengen jd member ke10 nya Twice dan itu bilangnya di idol room 2018….Daebak!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s