[Chapter 21 B] Guardian Squad

 gs 21

Title : Guardian Squad | Author : Fai Lee | Cast : LeeHi as Lee Hayi; iKON’s B.I. as Choi Hanbin; AKMU’s Suhyun as Lee Suhyun; iKON’s Bobby as Kim Bobby; iKON’s member; find in the story~ | Genre : Action; Mistery; Friendship; School-life | Rating / Length: T / Chaptered

Disclaimer : Cast milik Tuhan, Fanfiction milik imajinasi saya. Tolong jangan jadi silent reader 🙂

Summary:

“Apapun yang terjadi, kami akan selalu melindungimu. Bukan hanya karena misi Negara, tapi karena sekarang kita bersahabat”

 

Part 21-B: Identitas Bi

 

Suhyun menyikut keras dagu seorang pria yang menyerangnya membuatnya terjatuh ke belakang. Suhyun lalu berlari di atas tubuh itu dan melompat, menendang yang lain. Ia ingin mengacungkan pistol, namun seseorang datang menendang tangannya membuat pistolnya terlempar. Gadis itu kembali menghindari pukulan dan melesat menjauh.Suhyun mulai terengah-engah. Celana jeans pendek dan sweatshirtnya bukan kostum baik untuk bertarung membuatnya nampak susah bergerak.

Suhyun mengumpat, tak bisa berbuat apapun lagi.Gadis itu langsung berbalik, menendang tinggi seseorang yang mengahalanginya, lalu berlari menjauh. Menepis semak-semak yang memenuhi taman belakang sekolah. Pasukan itu segera berlari mengejarnya.Sampai sudah berada di pojok, Suhyun membalikkan tubuh dan meneguk ludah.

“DMO sungguh tega merekrut gadis imut sepertimu dalam misi ini,” sindir seorang pria, membuat Suhyun geram dan langsung melompat menendang serta melemparkan tinjuan keras.

Seseorang maju, menendang tungkai Suhyun membuat gadis itu terjatuh. Yang lain maju, menarik kedua tangan gadis itu ke belakang dan menariknya berdiri paksa. Seorang pria tegap maju, ingin membekap mulut gadis itu dengan kain di tangannya.Namun tiba-tiba langkahnya berhenti.Tubuhnya menegang dengan wajah membeku.Dan tiba-tiba terjatuh, membuat Suhyun tersentak.

Suhyun dan pasukan itu mengangkat wajah, tersentak melihat seorang wanita berpakaian tank top hitam dan celana pendek hitam yang dilengkapi rompi anti peluru dan perlengkapan senjata di ikat pinggangnya memakai kacamata masker mengacungkan moncong pistol yang dilengkapi pengedap suara.

“Tidak seharusnya kalian menganggu murid kesayanganku,” kata wanita itu dingin, lalu kembali menekan pelatuk, mengarah pada kepala pria yang menarik kedua tangan Suhyun dari belakang.Suhyun segera merunduk dan menghindar.

Pasukan itu ingin menyerang wanita tersebut.Wanita itu merunduk, yang langsung muncul seorang pemuda berlari dari belakang, menekan punggung wanita itu melompat melewatinya dan menendang beruntun pasukan yang ingin menyerang.Ia langsung melesat ke samping Suhyun yang nampak kelelahan.

“Hanbin?” desis Suhyun kaget.

“Kaget, eh?Aku juga,” sahut Hanbin memunggungi Suhyun, siap menghadapi para pasukan yang ingin menyerangnya.

Dalam satu hitungan, Suhyun dan Hanbin langsung maju melawani pasukan itu.Wanita tadi melompat tinggi, menembaki para pria yang ingin menyerangnya.Ia langsung melesat ke tengah Suhyun dan Hanbin.

“Hai, Serry. Akhirnya kita bertemu langsung,” sapa wanita itu masih sempat tersenyum di balik masker yang menutupi sebagian besar wajahnya.

Suhyun melirik, lalu melebarkan mata. “Jinny?” gumamnya menebak, memang sering kali mendengar nama itu dalam misi penjagaan Lee Hayi.

Wanita itu tersenyum saja, lalu menembak seseorang yang maju, dan menghindari tembakan seseorang yang tiba-tiba sudah mengambil pistol dari kantungnya dan mengarahkan pada wanita itu.

“Suhyun, menghindarlah.Kita tidak pakai anti peluru,” kata Hanbin mengingatkan.Suhyun mengangguk menurut, masih sempat memutar tubuh memberikan tendangan berputar beruntun, lalu merapat ke samping Hanbin.

Orang-orang yang berjatuhan itu mulai berdiri, meraih pistol yang tersimpan di kantung mereka.Suhyun melirik pistolnya yang terlempar sangat jauh. Ah sial. Kalau begini ia tak mungkin sempat.

“Hanbin, tetap di belakangku,” tegas Suhyun berdiri di depan Hanbin dan bersiap.

Hanbin mendelik, “hei, kau mau mati!?”

Suhyun mendecak kecil, “kau adalah penjaga utama Hayi.Kau harus tetap selamat, kan?” tukasnya membuat Hanbin terdiam.Suhyun lalu memberi tanda merunduk dan berlari menjauh dari area pertarungan yang mulai saling tembak dengan wanita itu.

Sampai mata kecil Suhyun melihat seseorang mengacungkan pistol ke arah mereka.Suhyun membelalak, lalu refleks mendorong Hanbin hingga pemuda itu terjatuh.Suhyun mencoba menghindari tembakan yang melayang padanya. Tapi tiba-tiba ia merasa tubuhnya terasa ringan, seperti ditangkap dan dibawa terbang.

Suhyun yang memejamkan mata terkejut, mulai membuka mata dan membelalak.Melihat seseorang dengan jaket anti peluru dan kacamata masker seperti Jinny tadi, datang menggendongnya dan melompat ke arah semak-semak.

Suhyun menoleh ke arah Hanbin.Seorang lagi menarik Hanbin dan membawanya mendekat. Lalu tak lama ia bisa melihat dua orang dengan rambut panjang dikuncir kuda dengan juga kacamata masker melompat ke samping Jinny.

“Kalian berdandan dulu, eh?” sindir Jinny kesal.Membuat dua gadis itu masih sempat meringis meminta maaf.

“Pergilah,” kata seorang pemuda yang tadi membawa Hanbin bersembunyi dengan Suhyun. Suaranya terdengar samar. Ia lalu menoleh pada Suhyun, “jaga Hanbin,” tegasnya membuat Suhyun meneguk ludah dan mengangguk patuh.

Seorang yang tadi membawa Suhyun pergi, menepuk pundak Suhyun membuat Suhyun menoleh.Mata beningnya menatap tepat Suhyun dari balik kaca mata maskernya.Membuat Suhyun terdiam.Suhyun mengernyit, seperti mengenali tatapan itu.

“Kami akan mengurus ini. Kau harus ada di samping Hayi,” tegas pemuda itu samar.

Suhyun menggigit bibir, namun kemudian mengangguk patuh.Ia lalu menoleh pada Hanbin. Dengan serempak dua orang itu langsung berbalik dan merunduk, berlari cepat bersembunyi menghindari pasukan berbaju hitam yang terus adu tembak.Dua orang yang tadi menyelamatkan mereka langsung melompat ke area pertarungan, membentengi Jinny dan mulai bertarung.

 

***

 

“Kenapa aku harus bersamamu sih?” ketus Hayi sebal, melangkah di samping pemuda bergigi kelinci itu.

“Diamlah.Hanbin sedang dipanggil Guru Bom dan Suhyun menghilang entah kemana.Kita sama-sama kesepian,” jawab Bobby memajukan bibir bawah, belagak aegyo.

Hayi mendelik, lalu mendesis.“Ini sudah sore.Jangan membuatku muntah,” katanya ketus, lalu berjalan lebih cepat membuat Bobby mencibir kecil tapi segera mengikuti.

Sampai langkah Hayi memelan dan kemudian berhenti, membuat Bobby mengernyit berhenti di sampingnya.Bobby menoleh pada arah pandang Hayi, lalu tersentak melihat seorang pemuda jangkung berjalan santai mendekat di koridor itu.Yang membuat Hayi berhenti adalah tatapan pemuda itu yang tepat mengarah padanya.

Junhoe dengan tenang berhenti dan berdiri di depan Hayi, membuat Bobby secara naluri merapat ke samping Hayi dan lebih maju. Junhoe diam-diam mengangkat alis melihat pemuda itu nampak mulai berani.

“Apa kau melihat Suhyun?” suara serak Junhoe bertanya, membuat Bobby mengernyit.

Hayi menggeleng, “dia menghilang sejak tadi.”

“Ah…” Junhoe mengangguk-angguk sambil mendesah mengerti.Ia lalu mengacungkan sebuah gelang berbatu merah marun yang tadi sebenarnya ia tarik dari tangan Suhyun ketika melempar gadis itu.

“Ini gelangnya, kan? Tadi terjatuh di lobby,” ucap Junhoe tenang, menyerahkan pada Hayi yang menerimanya dengan alis terangkat.

Junhoe memasukkan kedua tangan di saku celananya.Ia agak melirik tajam Bobby yang membatu melihat gelang itu. Junhoe kembali memandang Hayi.“Lain kali, peringatkan Suhyun.Dia harus lebih hati-hati,” ucapnya dengan nada menyindir, membuat Bobby tersentak.Junhoe menarik ujung bibirnya sedikit, lalu beranjak melewati Hayi dan berjalan tenang.

Hayi terus memandangi kepergian pemuda itu, lalu merunduk menatap gelang merah marun di tangannya.Hayi menggigit bibir.Entah kenapa firasatnya tak nyaman.

Hayi menoleh pada Bobby.Garis wajahnya langsung mengendor melihat wajah tegang dan gelisah Bobby. “Op-oppa… Kenapa?” tanyanya mulai khawatir pada wajah Bobby yang mulai memucat.

“Ikut aku!” kata Bobby tak mengindahkan pertanyaan Hayi.Langsung meraih tangan gadis itu dan mulai berlari cemas.Ia menuju arah Junhoe berasal. Bobby meneguk ludah mencoba menenangkan jantungnya yang bergetar tak nyaman.Sebuah firasat buruk datang ketika melihat gelang Suhyun ada pada Junhoe, apalagi kalimat tajam menyindir itu.

Bobby keluar dari gedung utama dan berlari melewati lapangan besar.Entah mengapa kakinya menuntunnya menuju aula besar di pojok area sekolah.Hayi hanya pasrah mengikutinya. Lagipula ia sudah biasa ditarik begitu saja sambil berlari panik.

Langkah Bobby tiba-tiba berhenti, membuat Hayi ikut berhenti. Keduanya terengah-engah, menatap dua orang dari belakang aula juga berlari, kemudian berhenti dengan nafas tersengal juga tak jauh di depan mereka. Penampilan mereka sudah berantakan, membuat Bobby segera mengerti.Apalagi ada ikat pinggang kantong pistol kosong di pinggang Suhyun.

Suhyun meneguk ludah, menemukan tatapan cemas Bobby yang kalut.Ia lalu agak mundur dan sedikit menyembunyikan diri di balik punggung Hanbin.

Hanbin yang mengerti, memandang Bobby serius.“Dengar dulu,” ucapnya saat Bobby melepas pegangan pada lengan Hayi dan mulai beranjak.“Kau tak bisa marah padanya,” kata Hanbin membela.

Namun Bobby tak mendengar.Terus melangkah lurus memandang Suhyun yang agak merunduk, bersiap menerima omelan dari pemuda sipit bergigi kelinci itu.Saat sudah dekat, tanpa diduga Bobby malah menarik Suhyun dan mendekap gadis itu erat.Suhyun terkejut, begitu juga Hanbin dan Hayi yang tertegun melihatnya.

“Sudah ku katakan jangan gegabah, kan!?” omel Bobby dengan nada bergetar, makin memeluk gadis itu. Lega juga kesal bercampur jadi satu.

Suhyun meneguk ludah.Kedua tangannya terangkat, membalas rengkuhan Bobby.“Aku baik-baik saja…” bisiknya lembut menenangkan. “Setidaknya aku berhasil membuktikan bahwa dia adalah orangnya.”

“Diamlah!” potong Bobby masih bergetar, “wajahnya sangat menyebalkan seperti sudah menang.Aku benar-benar takut jika kau terluka,” katanya cemas, membuat Suhyun tersenyum tipis.

“He, he, hei,” Hanbin menarik Bobby melepaskan pelukannya, “aku tadi juga bertarung.Apa kau tak mengkhawatirkan teman sekamarmu ini?” keluhnya menunjuk diri sendiri dengan ekspresi dibuat-buat.

Bobby mendelik sedikit, tapi lalu menepuk kepala Hanbin membuat Hanbin mengaduh. Bobby mencibir sebal merasa terganggu, namun detik berikutnya ia menarik tubuh Hanbin dan merangkul pemuda itu erat. Hanbin terkekeh kecil, membalas rengkuhan itu bersama Suhyun.

“EHM.”

Ketiganya terkejut, refleks melepaskan rangkulan masing-masing dan menolehkan kepala. Gadis mungil yang berdiri tak jauh di depan mereka melipat kedua tangan di depan dada sambil bersungut.

“Apa kalian melupakanku?” tegurnya mengeluh.“Apa yang kalian bicarakan?Aku tidak diajak?Atau sebenarnya kalian adalah alumni sekolah yang sama dan sedang melakukan reuni SMA?”

Hanbin mengangkat alis, “dia benar-benar tak tahu bahwa kita mempertaruhkan nyawa untuknya,” bisik Hanbin menggerutu pelan, membuat Suhyun dan Bobby yang mendengar itu terkekeh kecil.

Suhyun diam sejenak, lalu tersenyum dan menatap Hayi yang bersungut. “Tapi sepertinya kita bukan lagi hanya melindunginya,” bisik Suhyun pelan, ia lalu menoleh pada Hanbin dan Bobby bergantian. “Mulai sekarang, kita harus saling melindungi,” tegasnya sambil tersenyum ceria.

“Aih, dia sudah tahu siapa dirimu tak perlu sok ceria lagi,” goda Bobby mengusap kasar wajah Suhyun.

“OH. Kalian masih sibuk?Baiklah aku pulang saja,” sindir Hayi keras membuat mereka menoleh.

Hanbin terkekeh, lalu berlari kecil ke arah Hayi yang besungut.Pemuda itu langsung merangkul leher Hayi dan menariknya membuat Hayi agak meronta. “Aku lapar, kita makan saja yuk!” ajaknya ringan, lalu membawa Hayi dengan paksa pergi.

Bobby tersenyum samar memandangi itu, kemudian perlahan menoleh pada gadis bepipi bulat penuh di sampingnya. Merasa diperhatikan, Suhyun balas menolehkan kepala.Lalu tersenyum mengerti.

“Aku akan menceritakannya nanti.Sekarang masih ada pertarungan di belakang. Tapi aku yakin tim kita menang,” bisik Suhyun pelan. “Kita masih harus memberi penjelasan pada Hanbin,” sambung gadis itu sambil meraih jemari Bobby, lalu menariknya berlari kecil mengekori Hanbin dan Hayi yang lebih dulu pergi.

Tanpa mereka sadari, beberapa saat lalu seorang pemuda berjalan di seberang lapangan. Namun ia berhenti melihat empat teman kelompoknya sedang berdiri di pinggir lapangan seberang. Hanbin lebih dulu mendatangi Hayi dan menariknya pergi.Lalu kemudian Suhyun menyusul sambil menggenggam tangan Bobby.Berbeda dengan Hanbin yang merangkul dan terkesan menyeret Hayi, Suhyun justru menarik Bobby dengan lembut.Kesepuluh jari mereka saling bertautan erat. Sambil mengikuti Suhyun, Bobby menatap Suhyun dari belakang dengan senyum samar dan mata berbinar.

Bobby mengatakan mereka seperti adik kakak.Tapi adakah adik kakak yang menatap seperti itu?Adakah adik kakak yang saling menggenggam tangan dengan lembut begitu?

Pemuda itu menghela nafas panjang dan berat.Ada suatu dilema besar dalam hatinya.Memilih antara tetap berjuang atau menyerah.Baginya, gadis itu bukan hanya seorang teman. Ada sesuatu yang berbeda darinya dibanding gadis-gadis yang pernah ia temui. Senyum gadis itu sangat bersinar dan mampu memberi semangat dan mengirimkan kebahagiaan, membuat hatinya selalu saja luluh.Berkali-kali.

Ponsel di kantung celana pemuda itu bergetar, membuat ia segera merogohnya. Ada sebuah pesan masuk. Pemuda itu membaca nama pengirim dengan hati nelangsa. Mata beningnya meredup dengan beribu perasaan muncul di dadanya.

 

From: Suhyun

Oppa, kita akan ke restoran cina di depan. Kalau kau mau bergabung, datang saja. Ajak Joy dan Chanwoo ya! ^^

 

 

-tbc

 

 

A/N:

And the hero is… Lee Suhyun!!!! Yeay aku sangat cinta Serry di cerita ini ❤

So, udah clear ya. Sejak awal banyak yang ngira Suhyun dan Bobby itu Chi dan Bi, yang merupakan musuh utama Hanbin. Dan eng ing eng ZOOONNKKK!!! Di part awal banyak banget yang bilang Suhyun Bobby jangan antagonis (dan ada juga yang suruh Suhyun dan Bobby jahat aja tapi endingnya insyaf HAHAHA). Sejak awal ini alasan kenapa aku hanya menulis nama cast empat orang ini: Hayi, Hanbin, Bobby, dan Suhyun. Apalagi mengingat quote utama di cerita ini, “Apapun yang terjadi, kami akan selalu melindungimu. Bukan hanya karena misi Negara, tapi karena sekarang kita bersahabat” yang memang ditujukan untuk persahabatan Hayi sama para penjaganya ini (dan aku pernah bilang hal ini karena itu sedikit banget momen romancenya emsori). Karena itu juga judulnya ‘Guardian Squad’, para penjaga Hayi.

So, aku menunggu respon dan komentar dari kalian!!! Ayoapa yang kalian rasakan (?) saat tahu tentang kebenaran ini

 

 

Iklan

17 pemikiran pada “[Chapter 21 B] Guardian Squad

  1. Woahhh… akhirnya lega ternyata yang selama ini ada disekitar hayi memang para penjaganya ^^… ih Hanbin keren bisa tarung ^^.. oh iya aku masih kepo ama kawanannya Junhoe itu siapa aja ^^… dan moga-moga suhyun-bobby ama hanbin-hayi makin sweet ^^ … oh iya kak lanjutannya jangan lama-lama ya.. aku tunggu lanjutannya … misterinya ngena maka dari itu nggak sabar lanjutannya ^^
    Fighting ^^

    Suka

  2. Aku suka bgt sma ff ini 😍 mnrurut ku ini adlh ff trbaik yg prnh aku bca,cra pnulisan’ny jga bgs krn gk ada typo. Aku seneng bgt krn tau trnyata Bobby sma Suhyun bkn Chi&Bi yg trnyata Bi itu adlh June,brarti Chi itu Hana y?. Awal’ny aku jga sempet ngira klu Bi&Chi itu Bobby sma Suhyun.

    Satu kata buat author DAEBAK! krn bsa bikin ff yg bgs bgt & se-keren ini,bahkan aku sampe ngekhayal klu ff ini d bikin jd drama. Terus smangat y thor~ 👍👍

    Suka

  3. Yaaa ampun kenapa jadi makin ngemesin gini sih,itu maksudnya jinhwan ya yg ngebaca sms suhyun?jadi jinhwan suka sama suhyun?terus Si itu siapa?jinhwan?chanwoo?banyak pertanyaan banget yaaa hahahahah keren banget ceritanya btw itu Goo junetku jadi Bi keren banget passs banget sama junenya karakter dinginnya haha semangat lanjut truss thor aku menunggu updatean selanjutnya 🙏🏻✌🏻️

    Suka

  4. Bener kata author, semua tebakan ku adalah zonk. Aku kira bobby suhyun musuh dan junhoe itu kawan. Tapi malah kebalik T.T

    Dan author tanya perasaan kita (pembaca) setelah tau kebenaran ini. Perasaan ku adalah “aduh gila aku malu banget salah nebak, udah pede bilang kalo bobby sama suhyun itu lawan tapi ternyata mereka kawan, apa lebih baik komentar ku di chap sebelumnya dihapus aja ya?? Aku malu nih~” itu lah perasaan ku ketika mengetahui kenyataan yang menyakitkan juga menyenangkan ini. Rasanya kaya masuk ke perangkap! Nyebelin tapi juga bikin geli :v

    Ngomong” selama ini chanwoo kemana ya??

    Semangat terus author!!!!
    Ditunggu lanjutannya~~~

    Suka

  5. Fix jinhwan itu emang Si
    Dan tetep aku ngerasa aneh sama Bobby. kalo dia kawan kok dia pernah bilang kalo dia takut menghianati teman lagi? maksudnya apa?
    dan yg td nolong hanbin suhyun siapa? donghyuk ya?

    Suka

  6. Hahaha, aku sudah mengakui kesalahpahaman tebakanku di chapter sebelumnya, dan malah nganggap bi yang asli sebagai kawan hanbin eh salah, malu deh. Tapi untunglah sekarang sudah lebih jelas deh. akhirnya momen bobby-suhyun sudah ada disini, bikin gemes sendiri deh, soalnya kurang ada momen hanbin-hayi *maafkan permintaan tidak berhenti-berhenti ini*
    kutunggu kelanjutannya, keep writing~

    Suka

  7. KAAANNN INSTING GUE BENER KALO BOBBY&SUHYUN SATU MISI SAMA HANBIN.

    gue tuh udh nebak-nebak dari awal. apalagi di chapter 16 itu keciri banget bobby suhyun DMO juga dan JUNHOE SALAKI URANG emang musuh disini. sampe mau nangis tau ga nebak-nebak nya susah pisan.

    untuk J gue tebak pasti Jennie, dan Vi itu seungri. Chi pasti hanna dan Si? jinhwan kah? mereka sekubu kan? tapi ada yg bikin pusing pas chapter 21b; si cewe yg liatin monitor itu sungkyung? ah bukan ya? tapi kalo bkn sungkyung trs siapa? juga kalo sungkyung ga mungkin karna sungkyung se kubu sama yunhyeong sedangkan yunhyeong disini perannya jahatin hayi.

    juga chanwoo kak! gue mikir sih yang boss junior itu si chanwoo, tapi bisa juga donghyuk. tapi ARGHHHHH pokoknya cepat selesaikan dan jelaskan dari awal sampai akhir mereka tuh gimana hubungannya?

    sumpah ya kak gue buka wp ini cuma mau baca Guardian Squad punya kakak saking suka nya nih. fanfic ini tuh ga cuma ada action dan romance nya doang, tapi ada pesan tersiratnya gitu dan yang menariknya bikin pembaca nebak-nebak dan hanyut sama adegan tiap adegan yang ada tembak-tembakannya gtu. bikin ngayal.

    gue gatau deh harus muji pake kata apa buat fanfiction ini dan SORRYYYYYY gue baru komentar karena AWALNYA NIH KAK gue ga tertarik sama cerita ini and shit, yg awalnya ga bikin gue tertarik jd bikin gue ketagihan kaya cimeng wkwkw.

    panjangan ga sih komentar gue? bodo amat. oh iya kak, gue seneng pisan gatau kenapa yg adegan si Bi ((asik pake kode hehehe)) ngasih gelang Suhyun ke Bobby DAN KAKKKK YANG PALING BIKIN GUE SENENG ADEGAN ITU TUH KEBAYANG BANGET JUNHOE SENYUM LICIK KAYAK YANG MENANG LOTRE 500JUTA IHHHH GANTENG ABISSSS LAH GATAU

    DILANJUT TERUS POKOKNYA MAH!!!! kak kalo ada fansclub buat penggemar Guardian Squad gue mau daftar. gue fans kakak pokoknya mah! FIGHTINGGGGG!!!! PERBANYAK PERAN BI&CHI DAN DONGHYUK KAKKK !!!!

    Suka

  8. Mian author karena aku baru meninggalkan jejak, jujur aku baca ulang ff ini dari awal karena lupa terakhir baca sampai mana jadi sekalian komennya di chap ini hehe
    Awalnya bingung banget sumpah yang mana kawan sama lawan sampe aku stress sendiri nebak-nebak wkwk dan ga nyangka ternyata suhyun bobby itu ada di pihak hanbin jadi dugaan aku selama ini salah wkwkwk. Btw cepet lanjutin ff nya yah aku gasabar pengen tau kelanjutannya. Semangat thor!^^

    Suka

  9. Thooorrr lanjutannya manaaa? 😭😭😭😭 ini ff nya masih lanjut ga sii? 😭 sedih akutu nyari lanjutannya tp ganemu 😭😭🔪 seru bgt padahal ceritanya 😭 tolong thor kasih tau aku dimana tempat yg bisa buat aku baca lanjutannya(?) 😭😭🔪

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s