[Ficlet] It’s Magic

chanu

It’s Magic

Author :

 Pola Esianita

Main Cast :

 Jung Chanwoo (iKON), Choi Sana (OC)

Length :

1012 words

Genre :

 Romance, Fluff

Rating :

PG-15

“Ah, mana mungkin aku bisa selingkuh? Kau saja sudah menyihirku”

Sana POV

“Nuna tunggu!”

Sekali lagi aku mendengar suara baritone bocah itu. Aku menoleh kebelakang dengan terpaksa.

“kenapa lagi?”, tubuhnya yang menjulang tinggi membuatku harus mendongak ketika berbicara dengannya.

“Kalau memang kau harus pergi, kenapa harus mendadak seperti ini?”, inilah yang membuatku malas menceritakan perihal keberangkatanku ke London dua hari lagi untuk melanjutkan kuliahku pada pacar kecilku ini. Jika tidak menyukai sesuatu atau sejenisnya yang membuat ia tidak nyaman, Chanwoo akan berubah menjadi monster sangat crewet dan menjengkelkan. Meski begitu aku tetap menyukainya, bagaimanapun ia adalah pacarku.

Yah, aku berpacaran dengan seorang bocah ingusan yang usianya satu tahun dibawahku. Dan ajaibnya aku tidak pernah bisa mengurangi rasa sayangku padanya walaupun kelakuannya lebih cocok disebut mirip dengan anak TK daripada seorang pelajar kelas 2 SMA.

Jangan kalian fikir aku bisa berpacaran dengannya Chanwoo karena aku dan dia satu sekolah atau karena kami adalah tetangga. Hubungan kami berawal dari sebuah insiden kecil yang konyol menurutku.

Flashback on

March in evening 2015

Author POV

Sana menangis tersendu-sendu di halte bus yang sepi. Derasnya hujan membuat dirinya tidak terlalu kentara sedang menangis dari kejauhan. Di hari ulang tahunnya ini, ia putus dengan Kim Hanbin. Ketua OSIS tampan yang menjadi most wanted di sekolahnya.

“huhuhuhu, hiks kenapa aku sangat bodoh huee..” Lagi-lagi Sana membuang tisu bekas ingus dan air matanya. Dan itu adalah tisu terakhirnya.

Tiba-tiba di hadapannya, tersodor sapu tangan abu-abu. Tanpa mau repot-repot menoleh kepada si pemilik sapu tangan, Sana langsung mengambil sapu tangan itu.

Sroot

“Hah leganya” Si pemilik sapu tangan hanya bisa meringis ngeri mendengar suara ingus Sana yang terdengar menjijikkan.

“Hey nuna, kenapa kau menangis disini?” Suara si pemilik sapu tangan seolah menyadarkan Sana bahwa ia sudah tidak sendiri lagi di halte bus. Kemudian ia menoleh, ada sedikit getaran aneh di hari Sana menatap wajah polos laki-laki itu. Entah apa itu.

“Kenalkan aku Chanwoo, sekolah kita sebelahan kan?” Tanpa aba-aba Chanwoo memperkenalkan diri.

Sementara Sana hanya diam tak menanggapi.

“Kenapa kau diam saja? Apa kau tidak mau menjawab pertanyaanku, padahal aku sudah berbaik hati memberikan sapu tangan padamu? Apa karena hujan deras kau tidak dapat mendengarkan suaraku?” Chanwoo meninggikan volume suaranya agar Sana dapat mendengar suaranya lebih jelas.

Entah mengapa ada rasa jengkel terselubung di hati Sana. Hey kita baru saja bertemu, apakah dia harus se crewet itu?

“Aku tidak memintamu untuk memberiku sapu tanganmu!” Sana melotot kearah Chanwoo. Emosinya sedikit tersulut.

“Baiklah kalau kau tidak mau memberitahukan namamu” tiba-tiba Chanwoo bangkit dari duduknya lalu beralih berjongkok dihadapan Sana kemudian memegang kedua bahunya.  Membaca bet di seragam Sana.

“Namamu adalah Choi Sana Kelas sebelas IPS” Sana sedikit terkejut dengan perlakuan Chanwoo.

“Hey apa yang kau lakukan?!”, Ntah kenapa Sana merasa gugup. Ia mendorong Chanwoo menjauh. Chanwoo kembali duduk disamping Sana.

“Tidak ada, aku hanya ingin mengajakmu berkenalan, dan kenapa kau menangis?”

Sana merasa perutnya tergelitik, pipinya terasa menghangat. Sungguh, bocah ini seperti mengandung magic yang membuatnya tersihir.

“Ya! kenapa kau terus memanggilku nuna?” Sana berusaha mengalihkan topik pembicaraan. Ntah kenapa hatinya jadi berdebar-debar. Dia tak mau terlihat salah tingkah, Chanwoo benar-benar mengandung sihir yang membuatnya tertarik. Padahal mereka baru saja bertemu.

“Tidak tau, tiba-tiba saja aku ingin memanggilmu nuna. Dan ternyata benar kau lebih tua dariku. Aku baru kelas sepuluh” Chanwoo tersenyum memamerkan deretan giginya yang rapi.

“Aku akan bertanya lagi, kenapa kau menangis nuna?”

“aku putus dengan pacarku hari ini, di hari ulang tahunku” Kata-kata itu lancar keluar dari mulut Sana. Jelas-jelas mereka baru saja bertemu, tapi Sana seolah tak perduli.

“Benarkah nuna? Menyedihkan sekali. Tapi tunggu..” Chanwoo kembali mengamati wajah Sana.

“Kalau aku tidak salah lihat kau itu pacarnya Hanbin sunbae ya?”

Mata Sana melebar.

“Bagaimana kau bisa tau?”

“Hanbin sunbae itu kakak kelasku waktu SMP, kami juga pernah satu club dance dulu. Aku dulu juga lumayan dekat dengannya. Dan kebetulan aku melihat kalian di Festival kembang api minggu lalu”

“begitu rupanya”  Sana menjawab pelan.

“Dan jujur, saat itu adalah pertama kalinya aku merasakan cinta pandangan pertama” Mata Sana melebar. Ia tidak mengerti.

“Dan sejak saat itu aku terus berfikir tentang cinta pandangan pertama yang mungkin jadi kenyataan. Aku selalu berfikir, adakah kesempatan untuk mengungkapkan perasaanku. Dan karena kau sudah putus dari Hanbin sunbae dan kau sudah ada disini…” Chanwoo meraih kedua tangan Sana.

“Nuna, maukah kau jadi pacarku?” Oh my God!  Pipi Sana memerah. Terdengar konyol menurutnya. Ia baru saja putus dan bahkan masih menangisinya. Dan sekarang? Seorang bocah ingusan menyatakan perasaan padanya?. Yang bahkan ia hanya tau namanya saja.

“Aku tidak populer seperti Hanbin sunbae, aku juga tidak punya banyak teman wanita seperti Hanbin Sunbae. Jadi sangat diragukan jika aku akan memutusaknmu atau selingkuh darimu. Bagaimana nuna?”

Dan entah dapat angin dari mana Sana menganggukkan kepalanya pelan. Chanwoo benar-benar berhasil menyihir fikirannya.

Chanwoo tersenyum lebar lalu menarik tangan Sana pergi dari halte bus, hujan yang tinggal tersisa gerimis tak dihiraukan oleh mereka.

Flashback off

Sana POV

Dengan susah payah, aku memegang kedua pipi tembam Chanwoo yang kuakui sedikit susah karena posisi kami yang masih berdiri dan mengingat tinggi badanku dan dia yang tidak singkron.

“Dengarkan aku ya bayi besar, aku pergi untuk kuliah. Bukan untuk pindah. Jika liburan tentu saja aku akan pulang. Dan jika kuliahku sudah selesai tentu saja aku akan kembali lagi. Aku sengaja baru memberitahumu sekarang karena aku tau kau akan sangat cerewet, dan aku malas mendengar ocehanmu” Aku mencoba menjelaskan dengan sabar. Berharap pacar kecilku itu bisa mengerti.

“Tapi tetap saja, aku ini pacarmu tapi aku yang terakhir tau kalau kau akan pergi. Ini tidak adil” Chanwoo memanyunkan bibirnya. Ah sangat menggemaskan, bagaimana bisa aku menahan rindu pada bocah ini.

“aku janji akan pulang jika ada kesempatan” Aku berusaha untuk sedikit menghiburnya agar Ia merelakan aku pergi. Meski aku akan tetap pergi walau ia tidak rela, haha.

“Bagaimana kalua kau selingkuh disana nuna?”

Pertanyaannya membuatku tersenyum lebar.

“Ah, mana mungkin aku bisa selingkuh? Kau saja sudah menyihirku” kukecup bibirnya sekilas lalu aku berlari meninggalkannya yang masih diam mematung. Kaget dengan yang barusan aku lakukan.

Setelah sadar dari mode freeze nya Chanwoo tersenyum miring lalu berlari mengejarku.

-fin

Iklan

Satu pemikiran pada “[Ficlet] It’s Magic

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s