[Ficlet] Dad’s Words

Dad’s Words

Starring iKON’s Hanbin with his family Length Ficlet with 700+ word count Genre in AU! Family Rated General

Memangnya selama ini aku se-kaku itu, ya?

Ah entahlah. Yang jelas, aku harus dengarkan kata-kata ayah.

| originally posted on my wattpad account @yoonriieee |

Siskarikapra©2017

Hanbin baru saja menyelesaikan sarapannya dan hendak menaruh piring kotor jika saja ibunya tidak menyerukan namanya secara tiba-tiba.

“Nanti tidak usah datang ke toko.” Kata ibunya

“Lalu siapa yang menjaga Hanbyul?” tanya Hanbin sambil sesekali melirik sang adik yang tengah mengaduk-aduk bubur di meja kecilnya. Ia juga sesekali melirik sang ayah yang tengah sibuk membaca koran. Tidak mungkin, kan, ayahnya yang akan menjaga Hanbyul?

“Ada teman ibu yang ingin berkunjung. Dia bilang ingin membawa anaknya yang seumuran dengan Hanbyul. Jadi kau tidak usah khawatir, biar nanti Hanbyul di sana bermain dengan temannya.”

“Oh. Yasudah.”

Hanbin beranjak dari kursi. Ia menyambar tas punggungnya dan bergegas berangkat sekolah.

“Aku pergi dulu.” Katanya setelah mencium pipi Hanbyul

Annyeong, Hanbin-ah.

Menanggapi adik manisnya, Hanbin hanya tersenyum kecil sambil melambaikan tangan. Setelah itu, ia benar-benar berlalu.

“Apa dia tetap tidak mau membawa mobil? Selama ini hanya naik bus?” tanya tuan Kim yang hanya disambut anggukan kecil dari sang isteri.

“Keras kepala sekali anak itu.”

“Bukan begitu, sayang. Dia tidak ingin membawa mobil karena ia belum memiliki sim, kau ingat?”

Mendengar pembelaan dari isterinya, tuan Kim hanya mendengus kasar. Ia melipat koran yang sedari tadi ia baca lalu mengangkat tas kerjanya dan segera melangkahkan kaki ke luar rumah. Melihat itu nyonya Kim hanya bisa mengedikkan bahu sambil sekilas menggelengkan kepala.

Hanbin berjalan di trotoar untuk sampai di halte bus. Ia memasang earphone di masing-masing telinganya. Setelah sampai di halte, ia hanya berdiri tegap menunggu bus datang. Alih-alih sebuah bus, yang menghampirinya justru sebuah SUV hitam yang familiar. Matanya sedikit memicing guna melihat plat nomor polisi yang terpasang dan benar saja, itu mobil ayahnya.

Tuan Kim keluar dari mobil dan menyuruh Hanbin masuk. Awalnya pemuda itu menolak, tetapi akhirnya menurut juga.

“Heh, mau ke mana?” tanya tuan Kim saat Hanbin berjalan memutar untuk sampai di kursi samping kemudi.

“Bukankah ayah menyuruhku masuk?”

“Iya, kau yang menyetir.”

Hanbin melotot,”Aku?”

“Iya, kau. Memang siapa lagi?”

“Aku kan belum punya s—“

“Kau membawa mobil bersama ayah, tidak masalah. Artinya kau di bawah pengawasan orangtua. Kalau ada polisi yang berani menyalahkanmu karena menyetir tanpa memiliki sim, ayah yang akan memasukkannya ke dalam penjara.”

Gulp.

“Ayo cepat!”

Akhirnya Hanbin mengemudi. Ia menyetir dengan sangat hati-hati dan membuat ayahnya sedikit tergelitik.

“Kau kan bisa menyetir. Kenapa tidak bawa mobil? Untuk apa mustang itu ayah berikan sebagai hadiah ulangtahun kalau kau tidak memakainya.”

“Aku belum berhak ayah, aku belum punya sim.”

“Kau ini kenapa taat peraturan sekali, sih.”

“Bukankah peraturan dibuat agar kita menjadi tertib? Jadi aku harus mematuhinya, kan.”

“Masa mudamu akan sangat membosankan kalau begitu.”

Hanbin mengernyit. Apakah ayahnya baru saja mengajarkan dia untuk melanggar peraturan? Apa ada orangtua semacam ayahnya ini di dunia?

“Jangan terlalu kaku, Hanbin. Aku ini ayahmu.”

Tidak sepenuhnya menoleh, Hanbin hanya mengerling. Ia lalu kembali fokus ke jalan.

“Ayah minta maaf kalau kita tidak banyak waktu untuk bicara. Ayah bekerja keras agar kau bisa hidup nyaman.”

“Tidak masalah, ayah. Aku mengerti.”

“Bagus kalau begitu. Tapi kau juga jangan jadi anak yang kelihatan kurang kasih sayang.”

“Hah?”

“Wajahmu itu berat sekali kelihatannya, kau tahu.”

Setelah mendengar hal itu dari ayahnya, Hanbin melirik ke kaca.

Ah, biasa saja perasaan.

“Jangan jadi terlalu kaku, sudah kubilang. Kau ini masih muda, habiskan waktu mudamu dengan kesenangan, jangan terlalu kaku.”

“Maaf, tapi aku tidak mengerti apa maksud ayah.”

Tuan kim mendengus kasar. Ia kemudian menjelaskan panjang lebar.

“Maksudku, kau itu jangan terlalu sering menyendiri. Kadar introvert di dalam dirimu itu 12/10, kau tahu. Melampaui batas. Aku hanya tahu Yunhyeong satu-satunya temanmu. Mulailah berbaur, cari teman baru, kalau bisa pacar.”

“Eh—?”

“Iya. Jangan habiskan masa mudamu dengan tumpukan buku tebal itu, nak. Kau akan menyesal nanti kalau tak ada hal yang bisa kau ceritakan ke anak cucumu.”

“Apakah ayah baru saja mengajariku untuk menjadi anak nakal?”

PLAK

Tanpa segan-segan tuan Kim memukul kepala anak sulungnya itu. Ia kemudian terkekeh kecil, begitu juga Hanbin.

Keduanya banyak berbincang selama perjalanan menuju sekolah Hanbin. Tak jarang juga diselingi dengan canda tawa yang selama ini bisa Hanbin rasakan hanya beberapa kali karena ayahnya itu kelewat sibuk dengan pekerjaan kantor.

Tak terasa SUV yang Hanbin kemudikan telah sampai di gerbang utama sekolahnya. Karena masih terhitung sangat pagi, jadi keadaan tidak begitu ramai. Hanya ada satu atau dua anak yang berjalan memasuki gerbang.

“Terimakasih, ayah.”

Tuan Kim hanya mengangguk. Tetapi kemudian ia berujar,”Bawa mobilmu mulai besok. Cari gadis cantik dan ajak dia berkencan.”

“Tidak, sampai ayah mau menemaniku membuat sim.”

Hanbin nyengir, ia kemudian berlari kecil meninggalkan sang ayah di balik punggungnya. Tuan Kim mengulas senyum sembari melihat tingkah anaknya itu lalu segera menancap gas membelah jalanan Seoul untuk sampai di kantor.

Sembari melangkahkan kaki untuk sampai di kelas, Hanbin sedikit berpikir dan banyak menggumam sendiri.

Memangnya selama ini aku se-kaku itu, ya?

Ah entahlah. Yang jelas, aku harus dengarkan kata-kata ayah.

-fin

Rika/n Annyeongggg~ ehe iseng aja ini sebenarnya cuma penggalan dari salah satu chapter project aku di wattpad, kalo mau baca yang full storylinenya monggo silahkan klik di sini

btw main castnya HanbinxYoonri so for yall who’ve missed them silahkan meluncur ke link yang aku lampirkan di atas yha/haha sekalian promo 😄 key Rika chabs see ya on another fic!~

Iklan

Satu pemikiran pada “[Ficlet] Dad’s Words

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s