[IFI Freelance] Alphabet: Part G (Series)

Game

Alphabet Series [G part]

Main cast: Chanwoo  X OC

Fluff | Drabble

*

© Prod by Mims

Dare! Tentu saja Dare karena aku seorang pria sekarang.”

Chanwoo meminum jus stroberinya setelah ia memutuskan menerima tantangan dari Lissa. Gadis itu memang sedikit membuat Chanwoo berhasil terpancing setelah terus-terusan menginginkan ‘truth’ dibandingkan ‘dare’ sepertinya.

“Yakin kau memilih dare?”

“Tentu saja!” jawab Chanwoo cepat dan yakin.

“Kalau begitu, apa ya… ah, ini,” Lissa merogoh isi tasnya dan menyerahkan sebuah mahkota kecil dengan beberapa tiara. “Kenakan itu dan berposelah, kemudian posting fotomu di sosial media. Kalau kau tidak berani, maka kau akan menerima hukuman.”

“Hanya itu? Sini, kemarikan mahkotanya. Kau sampai repot-repot membawa ini hanya mengerjaiku ternyata. Baguslah, kau sudah berusaha keras.”

Lissa hanya mengedikkan bahu. Ia mengambil ponsel Chanwoo dan mengabadikan gambar lelaki muda itu yang tengah berpose. Chanwoo yang memandang tepat di kamera seolah menatap Lissa secara langsung. Entah mengapa membuat Lissa salah tingkah sendiri.

“Itu mahkota adikku. Beberapa hari yang lalu dia mengikuti lomba. Aku membawanya kemana-mana karena dia selalu mencari mahkota itu ketika aku bersamanya,” ucap Lissa setelah membagikan foto Chanwoo di sosial media.

“Tidak masalah. Sepertinya aku juga cocok mengenakan mahkota ini.”

“Percaya diri sekali. Semua orang bahkan menertawakanmu, Chanwoo.”

Pandangan Chanwoo menyapu sekelilingnya. Café yang semakin ramai itu terlihat sibuk memang. Namun Lissa sama sekali tidak salah saat beberapa orang yang melewati meja mereka menertawakan Chanwoo dan mahkota barunya.

“Sekarang giliranmu, Lissa.”

Dare.”

Are you serious?”

Sure. I choose dare.”

Okay, um, let me think,” Chanwoo tidak menyangka jika Lissa masih punya keberanian memilih tantangan. Pasalnya, sejak mereka memulai permainan konyol ini, Lissa tidak pernah memilih kejujuran. Mungkinkah ada sesuatu yang ia sembunyikan?

“Chanwoo?”

Say; I love you.”

What?”

Come on, it’s just a game right?”

Alright, I love you. Done.”

Chanwoo tersenyum kecil. Ini hal yang tak akan terjadi dua kali. Ia tahu betapa sukanya Lissa pada lelaki yang dewasa dibanding dengannya. Namun mendengar Lissa mengatakan hal ini padanya membuatnya bahagia. Sayangnya Lissa melakukannya karena permainan belaka.

-FIN

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s