[IFI Freelance] iKOS (Chapter 3)

Title : iKOS

Author : aretazia
Main Cast : All member iKON (B.I, Bobby, Jinhwan, Yunhyeong, Donghyuk, Junhoe, Chanwoo)
Lenght : Chaptered
Genre : Romance, comedy, friendship
Rating : All

Chapter 3

[ Stop it, June! ]

Bobby duduk di ruang tamu dengan wajah serba salah. Di sampingnya, seorang pemuda berambut basah juga melakukan hal yang sama, duduk menunduk dengan ekspresi yang tampak jauh lebih tidak nyaman. Tidak ada yang mau memulai pembicaraan, keduanya masih saja diam meski sudah lebih dari lima belas menit duduk bersama. Bobby tidak bisa menyembunyikan rasa malunya setiap kali mengingat apa yang tadi ia lihat di kamar mandi. Handuk. Air. Busa sabun. Dan.. ah sudahlah. Ia benar-benar tidak kuasa mengingatnya lagi.

“Bobby-ya, mana pencurinya?!!” Jinhwan dan Yunhyeong menerobos pintu begitu saja. Dari nafas mereka yang tersengal-sengal dan baju yang penuh keringat, Bobby bisa tahu kalau kedua orang itu barusaja lari dengan kecepatan maksimal. Yunhyeong bahkan terlihat lebih pucat dari saat dimarahin Hanbin.

Tadi, saat melihat ada sesuatu yang tidak benar di dalam kos mereka, Bobby memang mengirim chat di grup kos mereka bahwa ada pencuri hingga semua orang panik, bahkan Hanbin yang selama ini tidak peduli dengan apapun selain dirinya sendiri pun ikut menanggapi chat tersebut.

“Apa? Kau kira aku pencuri? Hah! Yang benar saja!” pemuda yang duduk di samping Bobby akhirnya bersuara untuk pertama kalinya.

Matta! Kau pasti orangnya, kan?! Lalu siapa kau kalau bukan pencuri?” Jinhwan menunjuk orang tersebut.

“Dia penghuni baru, hyung. Dia bukan pencuri.” Bobby mengambil alih penjelasan itu. Ia melirik ragu-ragu ke orang di sebelahnya, dan ketika pandangan mereka bertemu, keduanya langsung menunduk bebarengan.

“Astaga, lalu kenapa kau bilang ada pencuri? Aku sampai lupa membeli pembersih wajah!” Yunhyeong terlihat sangat frustasi. Ia mengelap keringat di keningnya berkali-kali.

“Junhoe imnida. Panggil June saja. Aku penghuni baru. Maaf kalau membuat kalian tidak nyaman. Tapi tidak ada orang ketika aku datang, dan aku harus segera mandi sebelum wajahku berubah jelek jadi aku mandi tanpa menunggu kalian lebih dulu.” June mengulurkan tangan yang langsung disambut oleh Jinhwan dan Yunhyeong. Ia akan menyalami Bobby juga tapi kemudian ingatan bahwa ia baru saja telanjang di depan pemuda itu membuatnya merasa sangat canggung.

Persis ketika Jinhwan akan mengatakan sesuatu, pintu kos kembali terbuka, kali ini dengan dorongan yang lebih kasar.

“Hyaaaa!!! Pasti kau kan pencurinya! Lihat, wajahmu benar-benar mirip dengan pencuri! Apa yang kau ambil, hah?! Berani-beraninya kau mencuri di tempat ini! Awas saja kalau kau sampai berani masuk ke kamarku, akan kukeluarkan semua usus-usus di perutmu! Sini lawan aku, jangan diam saja! Rasakan ini!” Hanbin yang baru saja masuk langsung menyerbu June sampai keduanya sama-sama terjatuh di lantai.

“HANBINNNN!!!”

***

Hari ini persis seminggu setelah June dan Yunhyeong resmi menjadi penghuni kos milik Yang Hyun Suk. Hanya ada lima orang di dalamnya, tapi sudah cukup membuat rumah berukuran besar itu ricuh setiap hari. Kemarin pagi Bobby marah-marah karena boneka kesayangannya tiba-tiba hilang saat ia bangun, padahal setelah dicari oleh semua penghuni kos, Hanbin menemukan boneka pooh yang sudah buluk itu ada di kolong tempat tidur Bobby sendiri. Dua hari sebelumnya anak-anak juga dibuat bingung karena setiap malam Jinhwan selalu keluar dari kamar Yunhyeong dengan penuh airmata, setelah disidang bersama, ternyata pemuda itu menangis karena menonton drama dan bukan karena dianiaya oleh Yunhyeong seperti dugaan Hanbin selama ini.

Yang lebih parah, tiap hari semua orang yang tinggal di kos itu dibuat emosi karena June tidak pernah berhenti bernyanyi seolah ia akan mati jika tidak melakukannya. Bobby yang terbiasa bangun setelah jam 12 siang pun sekarang selalu bangun jam 7 pagi karena June pasti sudah teriak-teriak menyanyikan lagu apa saja. Seperti yang ia lakukan hari ini.

“Onjenanon gaten da riyeee ee~~ hangsang no gitaryo jiman awas gon awas gon~~”

“Ya! June-yaaaa! Diaaaaaaaaaam!!!” Hanbin, yang sedang bekerja keras mengeluarkan “hajat”-nya, berteriak kencang dari kamar mandi.

June diam, tapi hanya sebentar karena beberapa menit kemudian ia kembali mengeluarkan polusi suara.

Tak urus dengan suara June dan Hanbin yang sudah tiga hari diare, Yunhyeong justru sibuk menggedor-gedor pintu kamar Jinhwan sepagi ini. Wajahnya tampak sangat resah seperti saat lipbalm nivea kesayangannya ketinggalan di kereta beberapa hari yang lalu.

“Ada apa?” Jinhwan membuka pintu, pemuda berbadan kecil itu masih sangat mengantuk. Hal itu terlihat jelas karena ia berkali-kali menguap.

“Hyung, hyung lihat celana dalam yang kujemur kemarin tidak? Yang warna merah…”

Jinhwan terdiam beberapa saat. Matanya yang belum sepenuhnya terbuka menatap wajah Yunhyeong dengan pandangan ‘mau-mati?’

“Hyaa! Kau membangunkan aku hanya untuk menanyakan celana dalam?! Aku bahkan tidak pernah melihat bentuk celana dalammu! Telepon saja 911 atau lapor PBB kalau perlu! Memangnya aku penjaga jemuran! Aish, jinjja! Aku hampir mendapatkan pacar dalam mimpiku, tahu!”

BRAK!

Jinhwan menutup kembali pintu kamarnya, meninggalkan Yunhyeong yang merasa kehilangan harapan untuk bisa menemukan celana dalamnya lagi.

“Hyuuung! Aish, kenapa setiap hari celana dalamku hilang?! Kalau terus begini bisa-bisa semua yang kupunya habis dicuri!”

“Miaaann miaann jigem..”

“DIAAAAAMMM!!!”

Brooott~~~

“Pooh-ku hilang lagiii…!!”

“Celana dalamku juga hilaaang!”

“Yaaa! Jangan berisik aku sangat mengantukkk!!!”

Broooott~~~

“Hanbin-ah menjijikan!! Kenapa suaranya besar sekali, aigoooo, apa kau pakai mic saat BAB?”

Broooott~~~

 “Adakah yang melihat celana dalamku?”

“Pooh.. di mana kauu????”

“Aigooo-yaaa… aku tinggal dengan sekumpulan orang gila yang berisik! Eomma bawa aku kembali ke Jeju yang tenang~~~”

Broooott~~~

“HANBIN!!!”

“Aaaa~~~ aku benar-benar bisa gila!!!”

“Kumohon siapapun yang melihat celana dalamkuuu~~”

“Pooohhhh!!!”

“MiaaAAAnn… MiaAAAann jigemjaji mota miAAAnee~~”

“JUNEEEEE!!!! DIAAAAMM!!!”

“YAISSSH!!! BUNUH SAJA AKU, BUNUUUHHH!!!”

Brrrooooooooott~~~

***

Di lain tempat, di waktu yang sama, Lisa sedang duduk di kursi paling ujung di salah satu kelas yang ada di kampusnya. Kuliah hari ini masih dimulai beberapa jam lagi, tapi sudah menjadi kebiasaannya untuk datang lebih awal karena dengan itu ia bisa lebih lama menikmati suasana kelas yang sepi. Lisa suka dengan suasana sepi, itu juga yang membuatnya suka rooftop, karena biasanya tidak ada orang yang pergi ke sana. Sayangnya, semua rooftop bangunan di kampusnya terlarang untuk dijamah, semua akses ke sana ditutup dan baik dia maupun Hanbin masih belum menemukan celah apapun untuk menerobosnya.

Lisa masih larut dengan kesendiriannya saat HP-nya berdering singkat, tanda ada chat masuk.

B.I pabo

Aku tidak masuk kelas hari ini karena masih diare. Tolong bilang pada dosen aku tidak masuk karena demam. Dan jangan lupa merekam kuliah hari ini, kalau bisa sekalian kau video karena kudengar yang masuk hari ini adalah dosen pengganti yang sangat cantik.

Lisa

Siro! Kau kira kau siapa sampai aku harus berbohong untukmu! Aku akan bilang kalau kau tidak masuk karena terlalu sering makan makanan curian hingga diare!

B.I Pabo

Yaish! Middle Fingers-up for you, Lisa-ya!

Lisa tertawa dan akan membalas chat itu tapi kemudian satu panggilan dari nomor yang tidak dikenal masuk. Ia menduga-duga terlebih dulu siapa yang menelponnya pagi-pagi begini, tapi dugaannya tidak mengarah ke siapapun.

“Yeoboseyo..?”

“Lisa-ya! Ternyata nomormu masih aktif!” suara seorang cewek terdengar sangat ceria di telepon.

“Ji-Jisoo?”

“Ne, aku Jisoo! Aku pindah ke Seoul sekarang, dan kudengar kau dan Hanbin juga di sini! Ayo bertemu!”

WHAT?!

JISOO?!

BERTEMU???!!

KAU GILA??!!!

Iklan

Satu pemikiran pada “[IFI Freelance] iKOS (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s