[Songfic] Hug Me

#2 Hug Me

Siskarikapra©2018

Starring iKON’s Kim Jiwon &  OC’s Desse

|Slight mentioned iKON’s Goo Junhoe|

Length Vignette Genre in AU! Friendship, Hurt, Daily life! Songfic and Rated General

Previous Track : #1

If  having a conversation is too much, then just listen.

Desse asal menyambar kardigannya dari balik pintu kamar. Gadis itu buru-buru memakainya sambil menyusuri anak tangga untuk sampai di lantai bawah. Awalnya mata gadis itu tak mau terbuka ketika Jiwon menelponnya beberapa menit lalu—karena saat itu pukul dua pagi. Tapi ketika mengetahui kalau karibnya itu tengah berada di depan pagar rumah di jam yang selarut ini tentu Desse tak akan diam saja.

Sedangkan Jiwon yang darahnya tengah mengandung kadar alkohol yang cukup tinggi nyatanya benar-benar hilang akal. Benak pemuda itu berkutat tentang banyak sekali hal makanya ia datang menemui Desse.

“Jiwon!”

Ketika namanya diserukan, si empunya langsung menoleh. Desse melangkah hati-hati sambil menutup pagar rumah supaya tak menimbulkan suara kelontangan yang berisik.

“Kau gila apa? Kenapa datang jam segini?”

Alih-alih menanggapi, pemuda Kim itu justru melangkah sempoyongan lalu berkata,”Jangan panik begitu. Tidak ada yang begitu penting, kok.”

Selesai berujar, pemuda itu tersenyum manis. Ia kemudian tanpa permisi merengkuh Desse ke dalam pelukannya.

“Jiwon, kau kenapa?”

“Dengar aku dulu. Biarkan aku memelukmu. Aku tidak menerima penolakan.”

“Ya, tapi kenapa?”

Bukannya menjawab, Jiwon malah mengeratkan lengannya yang melingkar di punggung Desse. Pikirannya kacau sekali sampai-sampai ia tak dapat berpikir jernih.

Sebut saja Jiwon bodoh. Atau salahkan Desse yang tidak punya kepekaan yang tinggi.

Selama ini, mereka memang dekat sebagai teman. Bahkan lebih dari sekedar itu, mungkin. Tapi di lingkar hubungan itu tak hanya ada mereka berdua. Ada Junhoe di dalamnya—yang sampai sekarang masih menyandang status sebagai kekasih Desse.

Jiwon dan Desse lebih dulu kenal. Pemuda Kim itu juga sudah menaruh hati pada Desse tak lama setelah mereka kenal. Tapi kemudian Desse bertemu Junhoe dan mereka saling jatuh hati. Jiwon yang posisinya sebagai karib Desse tentu tak dapat berbuat apa-apa selain mendukung segala keputusan gadis itu.

Tapi realitanya, hati Jiwon hancur sekali.

“Desse,”

“Ya?”

Dua orang itu masih berpelukan. Jiwon yang menaruh dagunya di bahu Desse dan Desse yang menempelkan telinga di dada Jiwon. Mereka masih berpelukan.

“Aku tahu kita cuma teman. Aku tahu kalau kau kekasihnya. Besok, lusa, dan seterusnya kita mungkin akan tetap menjadi teman sepanjang sisa hidup kita.”

“Jiwon, kau bicara apa?”

“Jadi ayo bicara sebagai teman. Bukan sebagai laki-laki dan perempuan.”

“Jiwon,”

“Maafkan aku karena memanggilmu selarut ini.”

Desse menarik diri. Jiwon menatapnya dalam sekali. Bahkan kalau ia tidak salah lihat, pemuda itu menampung beberapa bulir air di masing-masing matanya yang kecil.

“Tidak apa-apa. Ada yang ingin kau bicarakan?”

“Ya. Tapi kalau kau merasa keberatan untuk bertukar cakap, tidak apa-apa. Tolong dengarkan aku saja.”

Sehabis berkata demikian, Jiwon mendongak. Mungkin berupaya menelan kembali air matanya yang hampir tumpah. Ia juga melempar pandang sebentar sambil menggigit bibir bawahnya—kelihatan sangat ragu.

“Aku sudah menahannya dengan sangat sopan selama ini. Tapi hal itu membebani hatiku dan rasanya semakin berat. Rasanya aku bakal sakit karena stres.”

Desse bungkam. Ia sama sekali tidak mengerti tentang hal yang dibicarakan Jiwon. Jadi gadis itu tak lantas menanggapi. Ia membiarkan Jiwon berbicara tanpa menginterupsi sedikit pun.

“Kau mungkin memang kekasihnya. Tapi aku menyukaimu. Ah, tidak. Aku sangat menyukaimu.”

Kali ini sepasang mata Desse hampir saja keluar dari kelopaknya. Ia tidak pernah menyangka kalau Jiwon akan menyatakan perasaannya dengan situasi yang lumayan rumit seperti ini.

Sebenarnya, ia memahami dan menyadari soal Jiwon yang minyimpan perasaan untuknya. Tapi mau dikata apa? Ia hanya menganggap Jiwon sebagai teman baiknya. Ia tidak punya perasaan yang sama seperti perasaannya kepada Junhoe.

Desse pikir Jiwon adalah lelaki kuat dan akan melupakan perasaannya seiring waktu berlalu. Tapi ternyata pemuda itu tidak bisa. Ia jadi merasa sangat bersalah sekarang.

“Kita sudah sampai sejauh ini. Aku sekarang menunggumu mengucapkan sesuatu, Desse.”

Kalimat itu terlontar dari bilah bibir Jiwon ketika ia tak mendapat respons dari sekian banyak kalimat yang ia ucapkan. Desse benar-benar menuruti kemauannya tadi, soal kalau bertukar cakap rasanya terlalu berat, jadi gadis itu cuma mendengarkan tanpa menimpali.

Sementara masih bertahan pada posisinya, benak Jiwon kembali berkutat. Soal rasa sakit yang kerap kali menyergap rongga hatinya saat setiap malam ia memikirkan kenangan akan orang yang dicintainya dan membuang segala penyesalan yang menyedihkan.

Dua tubuh yang masih saling berhadapan itu sepertinya enggan bergerak barang seinci. Dua pasang manik mereka juga hanya bersirobok satu sama lain tanpa diiringi patahan kata seperti beberapa sekon lalu.

Sebenarnya Jiwon ingin sekali kembali merengkuh Desse ke dalam dekapannya. Tidak usah lama. Barang sepuluh detik saja. supaya ia tidak nekat untuk terus melangkah lebih jauh. Supaya ia tidak punya penyesalan yang tertinggal. Sepuluh detik saja. sebelum ia melihat orang yang dicintainya kembali ke sang kekasih. Supaya ia tidak merasakan rasa sesal.

Tak terasa, dua bulir air bening meretas lewat mata kecilnya ketika Jiwon memejamkan mata. Di dalam tempurung kepalanya sekarang, ia menjadi sosok figur yang paling ia benci. Benaknya mengatakan tidak tapi ia benar-benar menginginkan Desse.

Seiring berjalannya waktu, ia mencoba untuk menyembunyikan perasaannya yang semakin lama semakin kuat. Ia sudah melakukan melakukan yang terbaik untuk menahannya tapi Jiwon terus saja bergerak mengikuti hati nuraninya.

Setiap kali ia berada di samping Desse, ia memang berperan sebagai teman. Tapi jauh dalam pikirannya, ia merasa bahwa ia dan Desse adalah sepasang kekasih.

Jiwon benar-benar sudah tak dapat mengontrol perasaannya lagi. Ia tak pernah berpikir bahwa kasusnya akan jadi seburuk ini. Ia selalu baik hati pada Desse begitu pula sebaliknya. Mendapat perlakuan yang manis dari gadis itu justru membuatnya jadi tak dapat menahan sabar.

“Jiwon, kau tahu kan. aku tak dapat membalas perasaanmu.”

Sesungguhnya berat sekali bagi Desse untuk menucapkan kalimat itu. Tapi dari pada menyangkal dan berkelit, kejujuran yang pahit bukannya adalah hal yang paling baik?

“Apa kau mabuk? Pipimu merah sekali.”

Sepasang tangan mungil Desse meraup wajah Jiwon. Pemuda itu masih menyimpan beberapa bulir air mata.

“Jangan berperilaku seperti ini. Rasanya sulit sekali bagiku, Desse.”

“Oh, maaf.” Kata Desse sambil buru-buru menarik tangannya.

“Boleh aku minta sesuatu?”

“Apa?”

“Biarkan aku memelukmu dengan sungguh-sungguh. Sekali saja. Sepuluh detik. Biarkan aku memelukmu supaya kita tidak bertindak semakin jauh. Setelah itu aku akan berusaha menghilangkan perasaanku padamu. Aku janji.”

Desse mengangkat kedua sudut bibirnya lumayan tinggi. Kemudian ia memeluk Jiwon tanpa perlu diminta dua kali.

Hangat sekali. Kira-kira dua kata itu dapat mewakili isi hati dan pikiran Jiwon. Sepasang lengan Desse yang melingkar di punggungnya terasa sangat nyaman. Mungkin karena saat ini ia masih menyukai gadis itu. Makanya pelukan singkat ini terasa sangat menyenangkan.

“Aku tak dapat memilikimu. Kenapa kau begitu cantik?”

Tak lama setelah berkata demikian, Jiwon menarik diri. Meski berat, ia akan berusaha sedikit demi sedikit menghapus perasaan yang selama ini ia simpain baik-baik di dalam rongga hatinya. Meski berat, setidaknya ia tidak akan menanggap dirinya sebagai pengecut karena selama ini hanya bisa memendam perasaannya.

Jika cinta tak terbalas masih bisa disebut sebagai cinta. Setelah melakukan semua ini dapatkah hatiku merasa lega sekarang?

—fin

Iklan

10 pemikiran pada “[Songfic] Hug Me

    • Hey Honeeeyyy thank you for dropping-by and leave some respect ❤
      hehe aku seneng banget ada yang mau bertandand dan meninggalkan komentar di sini. Sebenernya Jiwon itu hatinya ringkih sekali:") aku hanya ingin menunjukkannya pada dunia kalau dia punya such a beautiful warm heart so jadilah fenfik ini huhu Thank you sekali lagi Luv u~~

      Disukai oleh 1 orang

  1. Ping balik: [Songfic] Jerk | iKON Fanfiction Indonesia

  2. halo~ aku bahagia bisa baca fanfic bobby dalam bahasa Indonesia. Meski bobby nya jadi broken hearted boy.

    Aku suka cara kamu ngungkapin betapa melasnya Bobby. Rasanya pingin meluk Bobby dan bilang “It’s okay. You’ll get someone better” huhu.

    Mana waktu nemu fanfic ini saya lagi dengerin lagu Hug Me juga. Makin emosional saya haha.

    Good job author~ keep up the good work!

    Disukai oleh 1 orang

    • Heyya Kazue! Sorry if it’s kinda unfamiliar to see this kind of Bobby huhu I just want to tell the world he’s indeed a human too. yang sebenernya bisa patah hati juga hahaha

      Terima kasih banyak kalau kamu suka caraku mendeskripsikan Bobby yang patah hati alay begini wkwk. Wih pas banget ya memang recommended denger lagunya pas baca kok supaya feelnya makin dapet hehe

      Tysm for leaving some respect with your positive comment huhu luv ya ❤

      Suka

  3. Ping balik: [Songfic] Best Friend | iKON Fanfiction Indonesia

  4. Ping balik: [Songfic] Everything | iKON Fanfiction Indonesia

  5. HUWAAAAAA, si hanbin kena apaan sih di album return jadi sad story semua lagunya??
    hola siska, baru baca ini akunya. Actually aku ngebias si kimbab, trus kok ikutan nyesek ya baca fanficnya. Eh, sebelumnya udah pernah nyari arti lirik lagu ini, emang nyesek banget tuh lagu. Kampret emang.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s